POSKOTA.CO – Bupati Kuningan Jawa Barat, H.Acep Purnama berdialog bersama sejumlah insan pers yang biasa bertugas di wilayah tersebut. Dalam giat yang berlangsung di salah satu tempat di Sadamantra Jalaksana, Selasa malam WIB (13/06/2023), terungkap melemahnya hubungan kemitraan antara pihak pemerintah daerah dan kalangan pers setempat jika dibandingkan sebelumnya.
Hal itu salah satunya diungkapkan Iyan Irwandi dihadapan Bupati Kuningan.”Peran Pemda yang terhubung dengan kegiatan jurnalis di Kuningan terasa berbeda sesudah ada pembagian kewenangan instansi terkait bagian protokol pimpinan daerah (propimda) dengan dinas komunikasi dan informatika (diskominfo),”ucap mantan Ketua PWI Kabupaten Kuningan itu.
Ditekankan Iyan, dalam beberapa situasi dampak pembagian kewenangan diantara kedua institusi ini, terkadang menyamarkan siapa sebenarnya yang lebih bertanggungjawab dalam menangani urusan-urusan tertentu. “Kami para wartawan terkadang dipertontonkan terkesan ada kejadian saling menepis dan saling lempar tanggung jawab diantara kedua lembaga ini,”ujarnya.
Sementara itu, Suradi salah seorang wartawan media online menyampaikan, terkait hilangnya insentif bagi wartawan Kuningan yang sebelumnya pernah ada. “Beberapa tahun belakangan ini, insentif sebagai reward karya jurnalistik wartawan, sudah tidak diakomodir lagi pihak pemerintah daerah,”papar Ketua Forwades ini.
Padahal, hal konkrit seperti itu lanjutnya, ideal untuk dapat direalisasikan pemerintah daerah, sebagai salah satu wujud berjalannya rajut kemitraan. “Pemerintah daerah yang sudah dibantu kalangan media atau insan pers dalam mensosialisasikan rencana, pelaksanaan maupun hasil program kerjanya kepada masyarakat, semestinya mengerti bagaimana menghargai buah tangan insan pers Kuningan melalui pemberian insentif, yang sebelumnya memang pernah dilakukan,”harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, giliran Eli wartawati Kuningan memberikan masukan, jika beberapa kepala dinas (kadis) satuan kerja perangkat daerah (SKPD), masih terkesan alergi untuk ditemui insan pers. “Entah karena apa, padahal kami juga tidak akan apa-apa,”ucapnya setengah menyindir.
Dia menginginkan, agar Bupati mengingatkan kepada para pegawainya, untuk lebih terbuka dan memperbaiki komunikasi dengan kalangan media.
Merespon sejumlah ungkapan yang disuarakan rekan-rekan pers, Bupati Acep Purnama menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan kepada pihaknya. “Apa yang disampaikan dari rekan-rekan pers secepatnya akan dibahas dengan pihak-pihak terkait,”katanya.
Bupati mengapresiasi hidupnya peran insan pers di Kuningan dalam menjalankan fungsi sosial kontrol.”Kami tentu sangat memerlukan itu untuk bahan evaluasi dan perbaikan,”ucapnya.
Namun, dirinya juga berpesan dan berharap segala kritik serta sosial kontrol yang diperankan media, dapat bersifat konstruktif, solutif dan edukatif.”Mohon dikemas juga penyampaian narasi berita yang lebih elok, tanpa mengesampingkan substansi menyampaikan kontrol,”pungkasnya.
Pantauan Poskota.co di lokasi, selain Bupati Kuningan, nampak hadir beberapa tokoh Kuningan sekaligus sebagai penggagas agenda dialog, diantaranya, Manap S yang notabene merupakan Ketua LSM GIBAS Kabupaten Kuningan. Acara juga berjalan cukup lancar dan hidup dipandu Kang Jono salah seorang reporter radio di Kuningan.(Cep)







Komentar