oleh

Rudal Paksa Kowad Kostrad, Panglima Andika Sebut Dilakukan Suka Sama Suka

POSKOTA.C0 – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan hasil pemeriksaan kasus pemerkosaan yang dilakukan Mayor BF terhadap Letda Caj (K) GER tidak ditemukan adanya unsur pemaksaan atau rudal paksa, melainkan suka sama suka.

Indikasi yang terjadi pada keduanya diduga perselingkuhan. Sebab Mayor BF diketahui sudah beristri dan memiliki anak dan dilakukan lebih dari satu kali.

Awalnya kata Panglima, sesuai dengan laporan Kowad Letda Caj (K) GER dirinya mengaku sebagai korban pemerkosaan. Sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap Mayor BFH atas dugaan melanggar pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan.

Namun hasil perkembangan pemeriksaan, diketahui bahwa keduanya melakukan hubungan suami istri karena dasar suka sama suka dan kejadian tersebut terjadi lebih dari sekali.

Oleh karenanya, Andika menegaskan yang semula Kowad sebagai korban namun berbalik menjadi tersangka bersama Mayor BF.

“Perkembangannya berbeda. Sangat besar kemungkinan tidak ada korban dan kemungkinan dua-duanya adalah pelaku atau tersangka,” paparnya.

Keduanya oknum Mayor Paspampres dan Perwira Kowad Kostrad tersebut kini sudah dilakukan penahanan. Mereka akan dikenakan pasal 281 KUHP asusila.

“Yang semula pasal yang dikenakan 285 tentang pemerkosaan, berubah menjadi pasal 281 tentang asusila, karena tim pemeriksa tidak menemukan unsur paksaan atau perkosaan, melainkan suka sama suka,” ucapnya.

Bila ternyata keduanya terbukti bersalah, selain sanksi pidana melakukan perbuatan asusila, juga sanksi dari internal TNI berupa pemecatan dari dinas sebab dilakukan sesama keluarga besar TNI.

Sebelumnya rame diberitakan wakil komandan di salah satu detasemen Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berinisial Mayor Infanteri BF diduga melakukan pemerkosaan terhadap prajurit wanita Divisi Infanteri 3/Kostrad, Letda Caj (K) GER.

Peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi di Bali pada pertengahan November 2022 dimana pelaku Mayor ini mendatangi kamar Kowad untuk melakukan koordinasi. Namun yang terjadi justru sebaliknya terjadi dugaan pemerkosaan dimana wanitnya sedang kurang sehat dan tidak bisa melawan sehingga pasrah saat di rudal paksa. (*/d)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *