oleh

Pengendara Moge Penerobos Operasi Ganjil Genap Kota Bogor Ditangkap

POSKOTA.CO – Tiga dari dua belas pengendara rombongan motor gede (moge) dibawa ke kantor gugus tugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ketiga pengendara moge ini diberikan sanksi denda maksimal Rp250 ribu saat sidang di halaman Balai Kota Bogor, pada Sabtu (13/2/2021). Mereka dinyatakan melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Bogor saat berlaku ganjil genap.

Rombongan moge berjumlah 12 kendaraan ini melintas begitu saja saat penerapan sistem ganjil genap di Kota Bogor, pada Jumat (12/2/2021). Sikap tidak patuh aturan ini, kemudian menyebar dan menjadi viral di media. Video konvoi moge yang viral, memicu reaksi masyarakat dan petugas langsung melakukan pelacakan.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyatakan, keberadaan rombongan moge ditemukan pada Sabtu (13/2/2021) dini hari. Dari 12 kendaraan yang konvoi, tiga moge diketahui menggunakan plat nomor ganjil. Ketiga pengendara dilakukan penindakan setelah dibawa ke Balai Kota Bogor.

Aksi pengendara rombongan moge yang arogan dan tak beretika ini juga diperagakan saat melintas di Pos Gadog. Walau di Kabupaten Bogor tidak ada kebijakan ganjil genap, namun aksi rombongan moge ini menjadi perhatian dan pemberitaan luas di media, karena menerobos petugas yang melakukan pemeriksaan rapid antigen bagi warga luar Bogor yang hendak ke Puncak.

“Mengenai kejadian rombongan moge kemarin (12/2/2021) kami bersama Satlantas Polresta Bogor Kota akan melakukan pelacakan, dan memperketat pelaksanaan PPKM di semua titik,” sebut Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata dalam keterangan pers.

Namun demikian, Iptu Dicky mengatakan, petugas check point PPKM di Kabupaten Bogor telah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur terhadap rombongan moge tersebut saat melintasi wilayah hukum Polres Bogor.

“Setelah diperika oleh petugas dan dapat memperlihatkan surat keterangan swab antigen, rombongan moge tersebut dipersilakan untuk melanjutkan perjalanannya kembali,” ungkap Iptu Dicky.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku memahami perasaan warga yang merasa adanya ketidakadilan. Pasalnya, rombongan moge ini terkesan dibiarkan, sementara sejumlah warga ada yang didenda dan diputar balik.

Karenanya, Bima Arya mengapresiasi gerak cepat pihak Polres Bogor Kota yang telah berhasil melacak keberadaan rombongan moge ini.

“Saya bisa rasakan warga merasa ada yang tidak adil ada yang didenda, diputar balik, ini terkesan dibiarkan. Kita apresiasi pak Kapolresta,” puji Bima Arya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *