oleh

Osaka Unggul Pengalaman, Bardy Akui Gugup Jelang Laga Final Perdananya

POSKOTA.CO – Dua bintang muda tenis putri dunia, Naomi Osaka (Jepang) dan Jennifer Bardy (Amerika Serikat), akan saling berhadapan di final Grand Slam Australia Terbuka 2021, Sabtu (20/2/2021), di Rod Laver Arena Melbourne Park, Australia.

Osaka jauh memiliki pengalaman di ajang Grand Slam dengan telah berhasil merebut tiga trophy. Sedangkan Bardy mengaku gugup karena ini merupakan ginal perdananya di pentas Grand Slam.

Namun demikian Osaka tak mau menganggap remeh lawannya. Ia justru menilai laga lawan Bardy seperti pertarungan ‘terbesar’ karena ini merupakan laga berat baginya di final Australia Terbuka

Osaka dan Brady lima bulan lalu di semifinal AS Terbuka telah bertemu, dimana laga itu dimenangkan Osaka lewat pertandingan alot tiga set 7-6 (7/1), 3-6 dan 6-3, dalam perjalanan menuju gelar mayor ketiganya.

Osaka menggambarkan pertandingan di AS Terbuka sebagai salah satu dari dua pertandingan teratas dalam karirnya, sebuah bukti betapa kerasnya permainan Brady yang kuat dan berat mendorongnya untuk menyalurkan yang terbaik malam itu.

“Setelah saya melawannya di semifinal New York, saya tahu dia akan melakukannya dengan baik,” kata Osaka kepada WTAtennis.com “Saya pikir bagi saya itulah hal paling menarik tentang tenis wanita saat ini. Ada begitu banyak pemain baru yang luar biasa dan begitu banyak pemain yang bisa ditonton. Itu hal yang sangat bagus. Saya sebenarnya sangat bersemangat untuk memainkan pertandingan saya pada hari Sabtu,” sambung Osaka.

Sementara Brady mengatakan, pertandingan itu merupakan momen penting dalam kariernya. Peringkat 41 dunia dan meraih gelar WTA pertamanya di Top Shelf Terbuka di Lexington, Kentucky, Brady melaju kencang melalui undiannya untuk membuat semifinal besar pertamanya tanpa kehilangan satu set pun.

“Ketika saya memainkan pertandingan sekarang, saya tidak pernah ragu apakah saya bisa memenangkan pertandingan atau tidak,” kata Brady setelah kemenangannya di semifinal atas Karolina Muchova. “Saya yakin pertandingan ada di raket saya, itu dalam kendali saya. Ini berbeda. Saya tidak melangkah keluar dan berharap lawan saya tidak bermain bagus atau saya bermain tenis dengan baik. Sebaliknya, hanya saya yang mengendalikan emosi, mengendalikan poin dan permainan saya dan diri saya sendiri. Bisa mencapai semifinal di sini, minggu kedua di sini, menegaskan bahwa ini bukan hal yang hanya sekali, hanya secara mental untuk diri saya sendiri. Mengetahui bahwa saya termasuk di sini, saya termasuk di level ini, saya berhak bersaing untuk gelar Grand Slam,” jelas Bardy.

Bardy mengakui sejak kalah di semifinal AS Terbuka dari Osaka, dirinya justri menemukan kepercayaan diri. “Memiliki kepercayaan diri dari pertandingan yang saya mainkan melawan Naomi di semifinal, saya pikir pertandingan itu mungkin telah mengubah hidup saya dan pandangan saya tentang bagaimana saya mendekati penampilan di Grand Slams,” aku Bardy. “Itu adalah tenis berkualitas sangat tinggi. Saya pikir saya pasti bisa percaya diri dari itu, mengetahui bahwa saya ada di sana. Ketika saya pergi ke sana, dia tidak akan mengalahkan saya. Dia tidak akan bermain tenis yang luar biasa di mana saya tidak dapat menemukan permainan saya. Ketika saya pergi ke sana, itu memiliki mentalitas bahwa saya tidak di bawahnya. Saya punya kesempatan untuk menang,” lanjut Bardy.

Brady memiliki tugas berat, selain meraih 20 kemenangan beruntun – dia harus kembali ke awal Februari tahun lalu untuk melihat kekalahan pada rekor Osaka – pemain berusia 23 tahun itu belum pernah kalah dalam satu pertandingan pun di Slam ketika ia mencapai perempat final, membukukan rekor 11-0 yang mencengangkan.

Setelah merebut AS Terbuka 2018, Australia Terbuka 2019, dan AS Terbuka 2020, Osaka berupaya menjadi wanita pertama sejak Monica Seles (Yugoslavia) yang memenangkan empat final besar pertamanya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *