JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta menerima piagam penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Penghargaan tersebut diterima oleh Sekda DKI Marullah Matali pada acara puncak Peringatan Hari Antikorupsi Dunia (Hakordia) di Gedung Merah Putih KPK, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/12).
Marullah Matali yang menerima piagam tersebut mengatakan, penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam upaya pemberantasan korupsi. “Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi secara sinergi dengan berbagai pihak agar dampaknya lebih terasa nyata bagi masyarakat,” paparnya.
Menurutnya, peringatan Hakordia menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam memberantas korupsi di segala lapisan. “Karena korupsi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintah,” kata Marullah.
Sekda Marullah juga menekankan dukungan terhadap penyelenggaraan Hakordia. “Peringatan ini juga menjadi tonggaj komitmen Pemprov DKI dalam mengedepankan transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pengelolaan aset daerah,” tandasnya.
Doa berkomitmen untuk selalu mengingatkan jajarannya agar melakukan pencegahan korupsi demi menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan bebas korupsi. “Untuk mewujudkannya, perlu dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Pemprov DKI Jakarta melalui Inspektorat Provinsi DKI, sepanjang tahun 2024 telah mengadakan sejumlah kegiatan pencegahan korupsi, seperti sosialisasi benturan kepentingan dan pengendalian gratifikasi, edukasi antikorupsi, serta pembangunan sistem integrasi Pemprov DKI Jakarta. Sosialisasi digelar di berbagai tingkat pendidikan dan layanan publik terkait pencegahan pungutan liar.
Upaya pencegahan korupsi di Jakarta juga membuahkan hasil yang signifikan. Terbukti pada indeks pencegahan korupsi terintegrasi di DKI Jakarta yang mendapatkan skor tertinggi dari KPK dan hasil penilaian integritas yang mendapatkan nilai 76. Angka tersebut lebih tinggi daripada skor rata-rata nasional sebesar 71. (jo)







Komentar