oleh

Bonus Produksi Rp1 Miliar Lebih untuk Warga Pamijahan Jadi Misteri

POSKOTA. CO – Bonus produksi yang didapatkan dari PT Geotermal Salak untuk masyarakat Pamijahan, hingga kini masih menjadi misteri. Ketidakjelasan bonus ini, membuat masyarakat Pamijahan, khususnya yang berada di Desa Ciasmara, menduga, telah terjadi kebohongan.

Imam M Ibrahim, salah satu pemuda Desa Ciasmara mengatakan, ketidakpastian dana bonus produksi ini, mematik dugaan telah terjadi kebohongan yang dilakukan pemerintah.

Demonk, sapaan akrab Imam menuturkan, pada tahun anggaran 2019, melalui Perbup Nomor 6 Tahun 2019, Kecamatan Pamijahan mendapatkan bantuan keuangan yang bersumber dari bonus produksi sebesar Rp1.072.262.000.

“Bonus sudah turun duitnya. Tapi begitu kami tanya, pemerintah desa bilang, bantuan tersebut sudah digunakan untuk pengadaan lahan lapangan bola. Kami juga lihat tercantum di papan pengumuman,”ujar Demonk, Senin (9/11/2020).

Warga mempertanyakan bonus produksi atau kelebihan uang ini, karena berdasarkan laporan keuangan realisasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBD) Ciasmara tahun anggaran 2019 dari DPMD Kabupaten Bogor sebesar Rp859.500.000.

“Laporan dari BPKAD Kabupaten Bogor, ada sisa anggaran dari bonus produksi tahun 2019 sebesar Rp536.131.000. Ini harusnya masuk menjadi silpa. Tapi kenapa silfa langsung di anggarkan dalam APBD-P tahun 2020. Saya menilai ada indikasi kuat korupsi. Sebagai masyarakat, saya tidak akan terima. Wajar kalau kami masyarakat menduga, silfa ada dugaan di salahgunakan,”paparnya.

Koharudin, warga Desa Ciasmara lainnya juga merasa ada kejanggalan terkait penggunaan keuangan bonus produksi di desanya.

“Daripada berbeda pandangan antara masyarakat dan pihak desa, kami meminta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor turun tangan menangani masalah Ini. Kalau kami salah dalam hal ini, kami mohon maaf. Tapi jika kami benar, maka Kepada Kepala, Dinas DPMD dan kepala BPKAD Kabupaten Bogor, jangan dulu mencairkan bonus produksi di tahun ini. Hal ini untuk mencegah terjadinya pidana,”ujar Menyeng, sapaan akrab Koharudin. (yopi/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *