oleh

AROPI: Tingkat Kepercayaan Publik terhadap Lembaga Survei Meningkat

JAKARTA – Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI), Ketua Umum Sunarto Ciptoharjono mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga survei di Indonesia telah meningkat secara signifikan.

Menurutnya, saat ini tingkat kepercayaan publik kepada lembaga survei telah mencapai angka 75,4 persen. Hal ini merupakan peningkatan yang signifikan dari angka 67,8 persen yang tercatat pada Pemilu 2019.

“Hal ini menandai perkembangan menarik dalam ranah survei di Indonesia, di mana survei dan quick count semakin diakui sebagai sumber referensi yang penting bagi masyarakat,” kata Sunarto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/3/2024).

Lebih lanjut, Sunarto juga menyoroti bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga survei semakin diperkuat oleh banyaknya kepala negara yang telah mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih berdasarkan hasil quick count.

“Sejak tahun 2004, hasil quick count selalu berkorelasi dengan hasil resmi yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), asalkan dilakukan dengan metode yang benar dan pengawasan yang ketat dari peneliti di lapangan, ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa pada Pemilu 2024, semua lembaga survei tidak ada yang berselisih mengenai pemenang pilpres dan pileg.Survei yang dilakukan oleh AROPI pada tanggal 26 Januari 2024 sampai 6 Februari 2024 melibatkan 1.200 responden dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka. Margin of error survei tersebut adalah 2,9 persen, dengan metode sampling multistage random sampling.

Dengan meningkatnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga survei, masyarakat semakin percaya dan mengakui pentingnya quick count sebagai sumber informasi yang valid dan dapat diandalkan dalam menentukan hasil pemilihan umum. (din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *