oleh

Akhmad Sekhu, Wartawan dan Sastrawan, Terbitkan Novel Pocinta

POSKOTA.CO-Musim pandemi Covid-19 membawa proses kreatif menjadi lebih produktif bagi seorang sastrawan bernama Akhmad Sekhu. Banyak menghabiskan waktu di rumah guna menghindari penularan virus yang tengah mewabah di tanah air, justru membawa hikmah, menjadikan pria yang juga dikenal sebagai wartawan ini memanfaatkan waktu luangnya menulis cerita novel ketiganya berjudul Pocinta.

“Alhamdulillah sudah terbit jadi novel dan tinggal proses pemasaran aja sejak pertengahan Februari ini. Sekitar lima bulan saya fokus merampungkannya,” ujar Sekhu sumringah pada POSKOTA.CO.

Dia mengaku puas karena telah berupaya mengangkat cerita kearifan lokal yang juga merupakan kekayaan lokal daerah Tegal yaitu Moci alias minum teh Poci. Lelaki kelahiran desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, 27 Mei 1971 ini lebih lanjut menerangkan, ide menulis novel tersebut sebetulnya sudah lama, jauh sebelum masa pandemi merebak.

“Tetapi baru dapat saya wujudkan saat Pandemi Covid-19 ini yang terpaksa memang harus berada di rumah terus, sehingga saya memanfaatkan luang waktu begitu melimpah rumah dengan menulis dan bahkan rampungkan novel Pocinta,“ terang alumnus Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini.

Novel Pocinta juga mendapat sambutan dari berbagai kalangan, antara lain, Atmo Tan Sidik (Duta Baca Kota Tegal), Gol A Gong (Penulis Balada Si Roy), Rudi Soedjarwo (Sutradara Film), Happy Salma (Aktris Film dan Teater), Chand Parwez Servia (Produser Starvision), Jose Rizal Manua (Seniman dan Budayawan), Naratama (Produser & Sutradara Program Televisi, New York), Rissa Asnan (Produser Dangdut in America), Cinta Laura Kiehl (Bintang Film, Bintang Sinetron dan Penyanyi), dan lain-lain.

“Alhamdulillah, novel Pocinta ini mendapat sambutan dari berbagai kalangan, tentunya juga dari masyarakat, publik pecinta cerita novel dan sastra. Pocinta adalah novel sastra,” tutur ayah dari 2 anak: Fahri Puitisandi Arsyi dan Gibran Noveliandra Syahbana atas pernikahannya dengan Wanti Asmariyani.

“Saya ingin terus berkarya untuk memberi sesuatu yang baik kepada masyarakat khususnya dalam dunia kesastraan,“ tandasnya. Sakin cintanya pada dunia sastra, nama kedua buah hatinya juga diambil dari kata puisi dan novel.
“Iya, bener hehe,” ujarnya terkekeh.

Novel Pocinta diterbitkan Penerbit Prabu21 pada Februari 2021. “Sebuah penerbit baru yang didirikan dan dikelola oleh anak-anak muda yang punya semangat memperjuangkan dunia literasi, dunia perbukuan dengan idealisme membuka kesempatan bagi satu juta penulis. Semestinya kita semua mendukung dengan baik niat baik penerbit tersebut,“ harap Sekhu.

Novel Pocinta berkisah tentang seorang perempuan blacksweet alias hitam manis bernama Legia yang punya dua teman. Pertama, Pahing yang menyebut diri namanya Pay, adalah Sobat Ambyar, komunitas pecinta lagu-lagu Didi Kempot. Kedua, Kliwon menyingkat namanya jadi Kwon, seperti nama orang Korea, karena kecintaannya pada K-Pop.

Sejak kecil, ketiganya berteman selalu bersama dalam suka-duka, bahkan berjanji menjaga kebersamaan sampai kapan pun juga. Tak ada yang bisa memisahkan pertemanan sejati mereka yang sama-sama suka moci, sebuah tradisi minum teh poci di daerah Tegal.

Saat besar ada yang mencintai Legia, barulah Kliwon dan Pahing sadar kalau keduanya juga cinta. Mereka berdua akhirnya saling bersaing untuk dapatkan cinta Legia. Tentu tak mudah bagi Legia untuk memilih di antara mereka berdua karena sudah berteman dekat dari kecil, bahkan sudah seperti saudara sendiri.

Dari sinilah mulai terkuak siapa yang benar-benar cinta pada Legia. Dari sini juga, Legia jadi mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya. Selain novel Pocinta, dua novel sebelumnya karya Akhmad Sekhu adalah berjudul Chemistry dan Jejak Gelisah.

Aktif menulis berupa puisi, cerpen, novel, esai sastra-budaya, resensi buku, artikel arsitektur-kota, kupasan film, telaah tentang televisi di berbagai media massa.(ali/sir)

 77 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *