oleh

300 Pimpinan Pesantren se-Indonesia Hadiri Konferensi Internasional Transformasi Pesantren di Jakarta

JAKARTA – Sebanyak 300 pimpinan pesantren dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Konferensi Internasional Transformasi Pesantren yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (24/6/2025), malam. Forum bergengsi ini menghadirkan pakar pendidikan dari berbagai negara dan diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk pengembangan kurikulum dan manajemen pesantren di Indonesia.

Ketua Panitia Konferensi, KH Saifullah Maksum, menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ajang pertukaran gagasan dua arah antara pengasuh pesantren dan para narasumber internasional. “Format acara dibuat interaktif agar terjadi komunikasi intensif, bukan satu arah. Para pengasuh pesantren yang hadir memiliki pengalaman panjang, sehingga forum ini akan menjadi wadah saling belajar dan berbagi praktik terbaik,” ujar Saifullah di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Konferensi ini membahas berbagai isu krusial, termasuk tantangan global dalam dunia pendidikan, seperti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), dinamika geopolitik, hingga transformasi dunia kerja. Para narasumber memaparkan pendekatan pendidikan dari berbagai belahan dunia, sementara peserta mempresentasikan model pengelolaan pesantren berbasis tradisi yang telah dijalankan.

“Dengan pertukaran pengalaman ini, peserta bisa melihat kelebihan masing-masing sistem dan mendapatkan inspirasi dalam mentransformasi pesantrennya,” tambah Saifullah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB.

Selain diskusi panel dan sesi kelas, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia. Melalui kunjungan ini, peserta diharapkan mendapat gambaran nyata tentang penerapan kurikulum dan pengelolaan pendidikan modern.

“Peserta melihat langsung bagaimana institusi pendidikan lain mengembangkan sistemnya, sehingga bisa menjadi bahan refleksi dan adaptasi bagi pesantren masing-masing,” jelasnya. Konferensi ini ditargetkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai rencana tindak lanjut. Rekomendasi tersebut mencakup pengembangan kurikulum, model tata kelola lembaga, serta inovasi pendidikan berbasis nilai dan tradisi pesantren.

“Dengan adanya rencana konkret, kami berharap proses transformasi pesantren bisa berjalan lebih terarah dan relevan dengan perkembangan zaman,” pungkasnya. (din/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *