POSKOTA.CO – Ada judul lagu jangan sampai tiga kali. Ini karena sudah tiga kali dilakukan kepada institusi Kejaksaan, Jaksa Agung Basrief Arief melaporkan portal media inilah.com atas pemberitaan seputar surat transkrip rekaman antara dirinya dengan Ketua Umum PDI-P Megawati)ke Kapolri Jenderal Pol. Sutarman, Kamis (19/6) .
o. Pertama, fitnah itu bentuknya surat panggilan kepada Jokowi yang lalu dijawab oleh Jokowi (semua palsu) meminta penundaan.
o. Kedua, instruksi Jaksa Agung kepada tim penyidik, agar Jokowi tidak diperiksa
o. Ketiga berupa transkrip percakapan Mega dan Kejakgung palsu berdurasi 3 menit 12 detik, terjadi, pukul 23.09, pada, 3 Mei 2014.
“Sudah, saya laporkan ke Kapolri terkait transkrip antaranya dia dengan Ketum PDIP. Obyeknya, media online, inilah.com dan surat yang berisi transkrip,” kata Basrief dalam keterangan pers secara langsung di selasar gedung Jaksa Agung, di Kejaksaan Agung, Kamis (19/6) sore.
Menurut Faisal, transkrip itu diperoleh dari seseorang yang mengaku suruhan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto dan oleh orang tersebut sempat diperdengarkan rekaman itu, 6 Juni lalu.
“Ini sudah fitnah kepada lembaga. Media ini yang merilis pertama transkrip yang tidak ada kebenarannya. Laporannya, 19 Juni, Nomor B. 108/A/L.1/06/2014,” tegas Basrief dengan mimik serius.







Komentar