oleh

Perbuatan Tuhan yang Besar Mazmur 66:1-4.

POSKOTA.CO – Beberapa penafsir mengungkapkan bahwa Mazmur ini ditulis oleh Raja Hizkia. Sebagai pemazmur iapun mengalami bagaimana kuasa Tuhan bagi dirinya dan bangsa yang dipimpinnya.

Pemazmur pada saat itu berjuang menghadapi Asyur, dan memperoleh kemenangan. Yesaya 36-37. Pemazmur juga mengingat keajaiban dan kedasyatan Tuhan yang dilakukan untuk menolong umat Israel dalam sejarah pembebasan mereka dari perbudakan.

Tuhan setia disaat umat-Nya menghadapi bahaya. Berangkat dari kesetiaan dan kebesaran Tuhan bagi pemazmur dan umat-Nya, maka pemazmur mengajak bangsa bangsa secara universal untuk memuji Allah. Umat juga dituntut untuk memuji Tuhan secara individu karena perbuatan Tuhan yang besar.

Mazmur ini merupakan ucapan syukur umat karena dimulai dengan pujian kepada Allah. Nyanyian syukur sang Pemazmur ini di dasarkan pada kedahsyatan segala perbuatan yang dilakukan oleh Allah.

“Tiada satupun mahluk yang dapat menandingi kemahakuasaan Allah. Keperkasaan Allah diperlihatkan secara jelas dengan ungkapan. Oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu,”kata Pendeta Sherlie Petonengan S.Th, Pendeta GPIB Zebaoth Bogor.

Bagi penulis, pekerjaan-pekerjaan Allah yang dasyat di contohkan oleh Pemazmur dengan karya nyata, yaitu Allah mengubah laut menjadi tanah kering yang dapat dilalui orang berjalan menyeberang.

Gambaran ini menunjukkan pertolongan Allah kepada umat-Nya dan kebesaran kuasa-Nya. Pertolongan Tuhan ini jauh dari apa yang dipikirkan manusia. Oleh sebab itu dikatakan, pekerjaan-Mu dahsyat dan ajaib.

Dari renungan ini, penulis memetik dua hal penting yang perlu direnungkan. Yang pertama, ayat 1-2 bacaan Alkitab mengulas kata “bersorak sorai” yang di terjemahkan dari kata Ibrani “ruwa” yang mengandung arti a Joyful shout, sorak atau pujian.
Penulis menegaskan, sorak atau pujian, harus keluar dari hati yang penuh sukacita bukan kegembiraan.

Kenapa? karena kegembiraan hanya dipermukaan yang bersifat sesaat saja. Ayat ini juga mengandung undangan universal dimana Pemazmur mengajak seluruh bangsa untuk mengetahui akan keagungan dan kemahakuasaan Allah serta memuji-Nya.
Ayat ini juga sekaligus merupakan sebuah panggilan bagi umat untuk memperkenalkan kemahakuasaan Allah kepada bangsa bangsa.

Yang kedua, pada ayat 3-4 bacaan Alkitab, bersorak sorai dalam memuji Tuhan, bukan hanya dalam bentuk pujian seperti dalam ayat 1 dan 4 tetapi juga dalam bentuk doa seperti juga yang ditunjukkan dalam ayat 3.

Sorak sorai atau pujian Tuhan menujuk bukan hanya pada perbuatan Tuhan dimasa lampau bagi kita, namun juga menunjuk pada perbuatan Tuhan yang sementara Dia lakukan bagi kita saat ini dan yang akan Dia lakukan pada masa yang akan datang.

Dengan demikian ketika kita beribadah yang didalamnya kita memuji Tuhan atau bersorak sorak dalam pujian yang kita persembahkan dan juga dalam doa yang kita naikan, mewajibkan kita untuk melakukannya dengan hati yang bersukacita.

Mengapa?, karena sorak atau pujian yang kita naikan itu harus didasarkan pada ungkapan syukur atas perbuatan Tuhan yang besar yang telah Ia lakukan, yang sementara Ia lakukan, dan yang akan Ia lakukan bagi kita sebagai pribadi maupun sebagai persekutuan.

Disamping itu juga, kita diingatkan akan panggilan kita sebagai umat Tuhan yang telah merasakan perbuatanNya yang besar itu, sekaligus memperkenalkan perbuatan dan kasih Tuhan bagi sesama dimana saja kita berada.

Memasuki tahun yang baru, Pendeta Sherlie mengajak semua umat manusia, agar dengan sukacita memperkenalkan perbuatan perbuatan Tuhan melalui perilaku dan karya kerja nyata. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *