POSKOTA.CO-Berdasarkan data situs Covid-19.go.id rata-rata penambahan jumlah kasus Covid-19 mencapai lebih dari 4.200 kasus per hari di Bulan November 2020. Masih di bulan yang sama angka rasio positif untuk Indonesia di angka 14.2 persen, dan untuk Jakarta pada angka 11,4 persen yang jauh melampaui angka rasio positif aman yang ditetapkan WHO di angka 5 persen.
“Perlu diketahui bahwa lebih dari 60 persen kasus terkonfirmasi positif Covid-19 adalah tanpa gejala klinis, sehingga perlu diwaspadai bahwa orang yang terlihat sehat pun dapat menjadi penyambung rantai penularan ditengah masyarakat,” kata Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress Sunter dr. Ivan R. Setiadarma, MM di sela-sela peresmian Laboratorium Biomolekular untuk Layanan Swab Test PCR, Jum’at (18/12/2020).

Menurut Ivan, RS Royal Progress Sunter didirikan 29 tahun yang lalu berdasarkan visi untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan misi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau melalui perawatan pasien terintegrasi. Sesuai visi dan misi tersebut, terlebih saat pandemi melanda dunia dan Indonesia, maka Rumah Sakit Royal Progress tergerak untuk membantu menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat dengan membuka akses pelayanan skrining Covid-19.
Sejak tanggal 27 April 2020, Royal Covid-19 Lab melayani RT-PCR Swab Test dengan Drive Thru maupun Home Care yang ditunjuk resmi dari Kementerian Kesehatan (lab no.C.174) sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan Covid-19. Laboratorium ini menggunakan mesin PCR dan reagen dengan teknologi dari Jerman yang menjangkau semua kalangan masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.
Gelombang pandemi Covid-19 sama sekali masih belum melandai bahkan diprediksi akan masuk gelombang yang kedua. Oleh karena itu, RS Royal Progress Sunter ingin berkontribusi meningkatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat dengan meresmikan laboratorium biomolekular yang baru serta menambah lagi jumlah mesin PCR dari Jerman, yang sanggup menampung kapasitas ribuan sample sehari selama 24 jam. Dengan jumlah penduduk Kecamatan Tanjung Priok sebanyak 43 ribu jiwa (data 2020), akan dapat memenuhi 69,8% penduduk, untuk Jakarta Utara sebanyak 2,3 juta jiwa, setiap bulannya diperkirakan dapat melayani 1,3% penduduk Jakarta Utara.

Direktur Utama PT. Royal Progress, Derice A. Sumantri
Sementara itu Direktur Utama PT. Royal Progress, Derice A. Sumantri menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pasien umum dan rekanan perusahaan kepada layanan yang telah disediakan oleh RS Royal Progress sejauh ini. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa timnya selalu dalam kondisi sehat dan prima dalam rangka menyediakan keselamatan dan kenyamanan kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang kami berikan selama 24 jam sehari 7 hari seminggu.
Belum ada satu pun dari kita yang pernah menghadapi pandemi ini dalam kurun waktu 100 tahun terakhir dan sebagai rumah sakit studi banding, RS Royal Progress berkomitmen untuk melakukan asesmen secara berkala terhadap standar prosedur dalam rangka menyediakan layanan yang tepat untuk kedepannya. Hal ini mencakup kampanye mendorong masyarakat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sekaligus dapat mengurangi risiko dan bersama menghadapi virus Covid-19.
Dengan adanya peresmian laboratorium biomolekular ini diharapkan dapat memberikan pelayanan paripurna dan meningkatkan kapasitas jumlah pemeriksaan kepada pasien-pasien kami, terutama dalam masa pandemi Covid-19 untuk membantu mempercepat penegakkan diagnosis yang tepat, contact tracing dan pemutusan rantai penularan dalam masyarakat.
Tak hanya menyiapkan sarana dan prasarana laboratorium biomolekular, Rumah Sakit Royal Progress juga menyediakan tenaga medis konsultan yang ahli dibidang mikrobiologi dengan pengalaman selama 40 tahun lebih yakni Dr. dr. Latre Buntaran, Sp.MK(K) yang ditunjuk sebagai Ketua Satgas Internal Covid-19 sekaligus Kepala Penanggung Jawab Laboratorium Biomolekular RS Royal Progress yang biasa kami sebut “Raja Kuman dan Virus”.
Menurut Dr. dr, Latre Buntaran, Sp.MK(K) untuk melakukan pengambilan dan pemeriksaan swab test dengan metode RT PCR secara massal didukung teknologi dari Jerman dengan mesin PCR dan reagen berlabel CE dan IVD, pihaknya dapat memastikan sample-sample yang dikerjakan di laboratorium biomolekuler RS Royal Progress memiliki kualitas terbaik dengan sensitifitas dan spesifitas yang tetap terjaga.
“Kami selalu memastikan seluruh alat-alat kami telah terdaftar dan diakui oleh badan resmi serta dikalibrasi, begitu pula dengan reagennya. Rantai pasokan dan penyimpanan selalu dikontrol dengan baik untuk menghindari kerusakan reagen yang dapat mempengaruhi keakuratan hasil pemeriksaan” pungkasnya. (*/fs)







Komentar