POSKOTA.CO – Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang menggila di berbagai daerah bahkan di dunia, Bupati Cirebon Drs Imron Rosyadi MAg melakukan rotasi dan mutasi dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Namun pelaksanaan mutasi dan rotasi jabatan tersebut dilakukan secara virtual atau melalui video teleconference di Ruang Nyi Mas Gandasari Pemkab Cirebon, pada Jumat (3/4/2020).

Pelaksanaan rotasi dan mutasi bagi lebih 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan melalui teleconference, menurut Bupati Cirebon, merupakan hal biasa guna memajukan pemerintahan Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi dan juga sampai saat ini ada kekosongan 171 pejabat karena pensiun, meninggal dunia, dan lain-lain.
Dikabarkan, pelaksanaan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon diduga banyak bermuatan politis. Pelaksanannya dinilai tidak murni dari hasil asesmen yang telah dilalui. Diduga hasil asesmen dan penilaian tim asesor tidak diimplementasikan. Bahkan, rotasi dan mutasi masih memprioritaskan ‘bisikan’ mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon M Luthfi menyampaikan, sekarang yang terpenting dan harus segera dilakukan adalah mempersiapkan rencana kerja untuk lima tahun ke depan. Terlepas dari apa pun, masyarakat Kabupaten Cirebon menunggu gebrakan langkah dari pemkab, karena ada hal mendesak yang harus menjadi prioritas.
“Kita harus segera lakukan skala prioritas dari apa yang harus kita selesaikan. Jangan sampai karena menuntut kesempurnaan, kita melewatkan waktu. Akhirnya kita tidak bisa apa-apa nantinya,” papar Luthfi. (zip)







Komentar