oleh

Siapa yang Harus Disalahkan Kalau Membiarkan Jalan Rusak

POSKOTA.CO – Di saat musim penghujan tiba banyak jalan kabupaten yang rusak dan berlubang yang dapat mengakibatkan rentannya kecelakaan bahkan juga dapat mengakibatkan jatuhnya korban bagi masyarakat terutama pengguna jalan yang melintasinya.

Kondisi ini tentu dan semestinya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah pusat untuk membenahinya dengan secepat mungkin, agar masyarakat pengguna jalan dapat nyaman, dan menikmati perjalanan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Kondisi jalan rusak dan berlubang dengan kedalaman rata-rata 3 sampai 5 cm yang tergenang air hujan di musim penghujan ini biasanya mudah ditemui di beberapa titik jalan kabupaten.

Seperti kondisi jalan alternatif penghubung antara Cirebon-Jawa Tengah, di ruas jalan Desa Karang Sembung, Karang Tengah, Kecamatan Karang Sembung, Kabupaten Cirebon ini nampak terlihat membahayakan bagi pengguna jalan terutama kendaraan roda dua.

Keadaan yang sangat memprihatinkan ini seolah mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah dalam menimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan kabupaten jalur Sindang Laut-Ciledug.

Minimnya bahan baku dalam pembangunan badan jalan kabupaten tentunya tak lepas dari hasil dan kualitas jalan serta pentingnya perananan pemerintah daerah dalam pengawasan untuk menghindari terjadinya tindak korupsi di tingat bawah dalam biaya pembangunannya.

Lantas jika kondisi dan keadaan seperti ini terus dibiarkan bahkan sudah dianggap menjadi rubrik yang basi di mata masyarakat, siapa yang harus disalahkan, mulai dari mana harus membenahinya, aturan seperti apa yang harus diperbaikinya.

“Sudah hampir tiga kali saya nyaris celaka karena hampir terjatuh, terakhir saya nyaris ditabrak oleh motor yang berlawanan arah karena berusaha menghindari jalan yang berlubang sudah dalam, untung saja saya selalu berhati-hati, pelan dan tenang saat melintas di jalan itu. Jadi saya masih bisa mengendalikan konsentrasi tentunya dengan selalu beristighfar saat melewati jalur Desa Karang Sembung, Karang Tengah,” ujar Wahyu saat berbincang ringan dikedai kopi dengan POSKOTA.CO, Selasa (9/2/2021). (why)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *