POSKOTA.CO – Di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, pergerakan penumpang dan pesawat mulai mengalami penurunan. Setiap harinya beberapa penerbangan dari Manado mengalami cancel operational maupun cancel commercial.
Melalui bandara Sam Ratulangi jumlah penumpang domestik dan internasional mulai mengalami penurunan. Dari data yang berhasil dihimpun, jumlah penumpang datang, berangkat dan transit pada Januari 2019 sebanyak 185.360, sedangkan di periode yang sama pada 2020 berjumlah 200.891 atau naik 8%.
Untuk Februari 2020 jumlah penumpang sebanyak 150.691, turun -4% dibandingkan Februari 2019 sebanyak 156.481. Begitu juga pada Maret 2020, jumlah penumpang hanya 130.639, turun -26% dibanding Maret 2019 sebanyak 175.963.
Total keseluruhan jumlah penumpang domestik dan internasional melalui bandara sam ratulangi sejak Januari sampai Maret 2019 berjumlah 517.534, sedangkan di 2020 sebanyak 482.221, berkurang -7%
Untuk penerbangan domestik dan internasional melalui bandara sam ratulangi juga mengalami penurunan. Pada Januari 2020 jumlah penerbangan sebanyak 2.055 sempat mengalami kenaikan 17% dibandingkan 2019 yang hanya sebanyak 1.762. Sayangnya pada Februari 2020 jumlah penerbangan sebanyak 1.635 turun -1% dibandingkan 2019 yang mencapai 1.645.
Pada Maret 2020 jumlah penerbangan sebanyak 1.583, turun -16% dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebanyak 1.882. Total sejak Januari-Maret 2019 jumlah penerbangan sebanyak 5.289, sedangkan di 2020 total penerbangan sebanyak 5.273, berkurang 0%.
General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Minggus E T Gandeguai, mengatakan penurunan jumlah penumpang dan jumlah flight ini dialami hampir semua bandara di Indonesia.
“Ini dampak dari virus corona karena orang tidak melakukan perjalanan, memang flightnya turun, penumpang turun flight turun, kondisinya seperti itu, tapi alhamdulillah cargo masih statis tidak jatuh jauh, kami berharap tidak terlalu berdampaklah untuk cargo,” kata Minggus, Minggu (5/4/2020).
Meski mengalami penurunan, namun menurut Minggus tidak berdampak terhadap karyawan di bandara sam ratulangi. Sedangkan untuk tenant sendiri banyak yang tutup.
“Mudah-mudahan tidak ada karyawan yang di PHK atau dirumahkan, kalau saya sih statement saya bahwa tidak akan pernah itu terjadi. Kalau untuk tenant memang secara operasional banyak yang tutup karena mereka sendiri secara bisnis mereka tidak mampu menghasilkan pendapatan, jadi mereka tutup secara alami,” pungkas Minggus. (Sht)







Komentar