oleh

Kejurnas PTMSI Bubuhkan Sejarah Catat Rekor Peserta Terbanyak 1.343 Atlet dari 30 Pengprov

JAKARTA – Kejurnas Tenis Meja PB PTMSI 2026 resmi bergulir di Bay Walk Mall, Jakarta, mulai Senin (21/9/2026) hingga Senin (28/9/2026). Gelaran tahun ini mengukir sejarah baru dengan partisipasi rekor terbanyak sepanjang berdirinya PB PTMSI, sekaligus menjadi panggung kembalinya para atlet yang sebelumnya bertanding di luar ajang resmi, termasuk alumni Indonesia Pingpong League (IPL).

Kehadiran kembali para pemain IPL menjadi salah satu sorotan utama dalam Kejurnas kali ini. Ketua Umum PB PTMSI, Peter Layardi, menegaskan bahwa keikutsertaan atlet IPL di ajang resmi ini membuktikan komitmen federasi dalam melindungi serta membina karier para atlet nasional, sekaligus meluruskan anggapan miring yang sempat beredar.

“Peserta Indonesia Pingpong League (IPL) juga ada yang ikut serta kembali. Mereka yang ikut tentu setelah mendapatkan surat verifikasi dari Komisi Disiplin PB PTMSI, yang intinya tidak mengulang lagi kesalahan bertanding di luar kompetisi PB PTMSI. Jadi tidak benar ada anggapan PB PTMSI ‘membinasakan’ atlet. Justru PB PTMSI sangat melindungi keberadaan mereka karena sudah menjadi tugas kami mengantarkan mereka menjadi atlet andalan pengibar Merah Putih,” tegas Peter Layardi.

Peter mempermisalkan PB PTMSI sebagai sebuah rumah besar yang mengayomi seluruh penghuninya, namun tetap wajib menegakkan aturan. “PB PTMSI pastinya berusaha melindungi penghuninya. Tapi rumah besar itu juga memiliki aturan dan tata tertib yang harus dihormati dan dilaksanakan. Kami tidak mentolerir pihak yang tidak mau taat aturan,” tambahnya.

Antusiasme Membludak dan Penentuan Ranking Pra-PON

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel), Dany Ratunsulu, melaporkan bahwa ajang ini diikuti oleh 1.343 atlet dari 30 Pengurus Provinsi (Pengprov) dan mempertandingkan 18 kategori mulai dari kelompok umur (KU) hingga senior. Ke-30 Pengprov yang hadir meliputi DKI Jakarta, Sumut, Sultra, Babel, Papua Barat Daya, Bengkulu, Jabar, NTT, Kalteng, Jateng, Jatim, Banten, Lampung, Kalbar, Papua Barat, Riau, Kaltim, DIY, Sumbar, Kepulauan Riau, Kalsel, NTB, Kaltara, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sumsel, Maluku Utara, dan Papua Tengah.

“Antusiasme yang sangat besar ini mencerminkan pesatnya perkembangan tenis meja di Indonesia. Kejurnas ini menghadirkan atlet-atlet berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dany.

Ajang ini juga menjadi sarana krusial bagi daerah untuk mengukur hasil latihan dan menentukan peringkat (seeded) menjelang kualifikasi Pra-PON tahun depan.

Dukungan KONI Pusat dan Tuan Rumah

Apresiasi tinggi datang dari Wakil Ketua Umum IV KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno. Selain memuji kontinuitas PB PTMSI dalam menyelenggarakan kejuaraan, Suwarno menyoroti capaian rekor peserta terbesar ini.

“Saya memberikan apresiasi kepada PB PTMSI yang kontinyu menghadirkan Kejurnas, terlebih kali ini mencatatkan sejarah sebagai Kejurnas terbesar dalam sejarah berdirinya PB PTMSI. Ini belum semua 38 Pengprov hadir, kalau semua datang tentu jumlahnya jauh lebih banyak. Kejurnas adalah salah satu proses panjang untuk melahirkan atlet yang nantinya mengibarkan Merah Putih di kancah internasional,” tutur Suwarno sembari mengingatkan agenda besar PON 2028 (NTT-NTB & DKI) serta PON 2032 (Banten-Lampung).

Sementara itu, pihak Bay Walk Mall melalui Adre Setiawan menyambut hangat ribuan peserta dari seluruh penjuru negeri. “Manajemen Bay Walk sangat gembira menyambut kedatangan 30 provinsi. Melalui ajang ini, persaudaraan antar daerah bisa terjalin erat. Selamat bertanding dan selalu jaga nilai-nilai sportifitas,” tutup Adre.(dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *