JAKARTA – Kemenangan Persija Jakarta atas Persib Bandung berujung pahit di luar lapangan. Macan Kemayoran dijatuhi sanksi larangan menggelar dua pertandingan kandang di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat akibat sejumlah insiden sebelum dan saat duel kedua tim. Sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI tersebut berkaitan dengan pertandingan pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Hasil positif di lapangan kini dibayangi konsekuensi serius. Persija harus menyiapkan tempat pertandingan di luar tiga wilayah tersebut untuk menjalani dua laga kandang terdekat. Putusan itu merujuk Pasal 68 huruf c jo Pasal 69 ayat (1) dan ayat (3) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025. Panitia Pelaksana Pertandingan Persija dilarang menyelenggarakan pertandingan kandang di ketiga wilayah tersebut sebanyak dua pertandingan, berlaku sejak keputusan diterbitkan.
Surat yang ditandatangani Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, bertanggal 16 September 2026. Berdasarkan jadwal yang disebutkan, dua laga kandang yang terdampak adalah pertandingan melawan Java United pada 19 September dan Arema FC pada 21 Oktober 2026. Selain larangan tersebut, Persija juga dikenai sanksi denda. Komdis turut memperingatkan bahwa pengulangan pelanggaran terkait dapat berujung pada hukuman yang lebih berat.
Salah satu peristiwa yang menjadi dasar pertimbangan Komdis adalah penyalaan kembang api oleh sekelompok orang di area hotel tempat tim Persib menginap, sehari sebelum pertandingan. Komdis juga menemukan bukti sejumlah peristiwa kericuhan dalam pertandingan Persija melawan Persib. Rangkaian insiden tersebut menjadi bagian dari dasar penjatuhan hukuman.
Sanksi ini membuat dampak duel rivalitas tersebut berlanjut setelah peluit akhir. Persija bukan hanya menghadapi denda, tetapi juga harus menjalani dua pertandingan kandang di luar Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Panpel Serukan: Stop Saling Menyalahkan, Jaga Persija!
Ketua Panpel Persija, Albinus Lauren, mengajak seluruh elemen pendukung Persija menghentikan sikap saling menyalahkan dan mulai berbenah setelah putusan Komdis diterima.
Ia menekankan pentingnya menjaga perilaku sejak perjalanan menuju stadion hingga kembali pulang. Penghormatan kepada tim lawan dan perangkat pertandingan juga menjadi bagian penting dari ajakan tersebut.
Menurut Albinus, komitmen menjaga Persija harus diwujudkan dengan menghindari tindakan yang justru merugikan klub serta mengingat kembali komitmen yang telah dibuat bersama. “Mari introspeksi diri agar tidak melakukan tindakan yang merugikan Persija.”
Kini, kemenangan atas Persib menyisakan pekerjaan rumah bagi Macan Kemayoran dan para pendukungnya. Dukungan kepada tim harus berjalan seiring dengan ketertiban agar perjuangan meraih poin tidak kembali dibayangi hukuman. (Bu)







Komentar