JAKARTA — Setelah menempuh pelayaran lintas samudra dari Italia sejak 24 Agustus lalu, kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi resmi memasuki wilayah perairan Tanah Air. Berlayar di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I pada Kamis (17/9), kehadiran raksasa samudra ini mendapat pengawalan ketat dua fregat kelas Brawijaya TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Kapal induk perdana dalam sejarah Indonesia ini dijadwalkan bersandar di Dermaga Jakarta pada Jumat (18/9). Menyambut momen bersejarah tersebut, jajaran petinggi negara dijadwalkan hadir langsung, di antaranya Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, serta KSAD dan KSAU.
Kehadiran kapal induk dengan kapasitas geladak penerbangan luas serta fasilitas logistik besar ini menjadi tonggak strategis dalam memperkuat pilar Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kapal ini diproyeksikan menjadi pusat komando bergerak untuk meningkatkan kesiapsiagaan nasional dalam penanggulangan bencana alam, evakuasi medis darurat, serta misi pemantauan kemanusiaan di wilayah kepulauan.
Langkah penambahan kekuatan ini selaras dengan arah kebijakan dan prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkokoh pertahanan maritim sekaligus memperluas jangkauan operasi kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia. (*/aga)







Komentar