BOGOR – Polres Bogor mengirimkan sejumlah polisi wanita (Polwan) untuk memberikan pendampingan psikososial kepada anak-anak yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pendampingan dilakukan melalui kegiatan trauma healing di Posko Pengungsian Kisol, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.
Sebanyak 30 anak yang berada di lokasi pengungsian menjadi sasaran kegiatan tersebut. Personel Polres Bogor yang tergabung dalam tim Polisi Baik dipimpin Brigadir Carolina, bersama IPDA Rohadi dan Briptu Ria Fauzi.
Kehadiran para personel kepolisian tersebut mendapat sambutan antusias dari anak-anak.
Suasana di posko pengungsian pun berubah lebih ceria setelah mereka diajak mengikuti berbagai kegiatan interaktif.
Brigadir Carolina bersama tim mengemas trauma healing melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak.
Kegiatan meliputi bernyanyi bersama, doa, sesi tanya jawab berhadiah, hingga permainan edukatif.
Aktivitas tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman positif sekaligus membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah menghadapi bencana.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan pemulihan pascabencana harus memperhatikan kondisi psikologis korban, terutama anak-anak.
Menurutnya, bantuan kepada masyarakat terdampak tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pokok dan logistik.
Dukungan terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Pemulihan setelah bencana perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kebutuhan fisik dan logistik terpenuhi, kondisi psikologis serta keceriaan anak-anak juga harus mendapat perhatian,” kata Wikha, Jumat (28/8/2026).
AKBP Wikha mengapresiasi kepedulian personel Polres Bogor yang berinisiatif memberikan pendampingan kepada anak-anak korban bencana.
Selain kegiatan trauma healing, jajaran Polres Bogor juga menghimpun bantuan melalui patungan anggota untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di wilayah tersebut.
AKBP Wikha berharap rangkaian bantuan dan pendampingan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi warga di Kecamatan Kota Komba, khususnya anak-anak yang masih berada di pengungsian.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat membantu anak-anak kembali beraktivitas dengan lebih tenang, mengembalikan keceriaan, serta menumbuhkan optimisme setelah melewati situasi sulit akibat bencana.
“Semoga kegiatan ini bisa mengembalikan keceriaan anak-anak, menumbuhkan harapan, dan turut mempercepat proses pemulihan masyarakat di Kecamatan Kota Komba,” pungkasnya. (yd/fs)








Komentar