JAKARTA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman beserta rombongan meninjau kesiapan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I/2026 yang berada di Taman Impian Jaya Ancol tanggal 26 Agustus 2026.
PON Pantai I/2026 merupakan hasil kolaborasi antara KONI Pusat, Pemerintah Provinsi & KONI DKI Jakarta dan juga Jaya Ancol. Rencananya diselenggarakan pada akhir November 2026, dengan cabang olahraga akuatik (Open Water Swimming, Polo Air), Selam, Basket 3 x 3, Bola Tangan Pantai, Voli, Modern Pentathlon, Triathlon, Teqball, Rugby dan Layar.
“Saya melihat Ancol adalah venue yang sangat siap dan ideal untuk PON Pantai pertama yang akan diselenggarakan pada November 2026. Para pengunjung Ancol akan menyaksikan atlet-atlet terbaik Indonesia bertanding. Ini merupakan Sport Tourism yang baik, karena performa atlet disaksikan di lokasi pariwisata sehingga ada nilai tambah di samping prestasi,” kata Ketum KONI Pusat.
“Selaku Ketum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi dan juga KONI DKI Jakarta serta Ancol. Semoga kolaborasi ini dapat berkesinambungan dalam melahirkan atlet-atlet olahraga pantai Indonesia berprestasi dunia, sebagaimana tujuan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo,” sambungnya.
Marciano menjelaskan latar belakang KONI Pusat menginisiasi PON Pantai. “Merujuk event internasionalnya, ada Beach Games tetapi kita belum punya Beach Games di tingkat nasional. Perencanaan yang baik adalah awal keberhasilan event yang akan kita laksanakan,” ujarnya pada rapat koordinasi setelah peninjauan di Bandar Djakarta.
Kadispora DKI Jakarta Andri Yansyah mengajak seluruh pihak bekerja keras dan kerja sama untuk menyukseskan PON Pantai I/2026. “Ini PON Pantai pertama, mohon kerja samanya karena ini akan membawa kesan baik untuk PON Pantai selanjutnya,” tegasnya.
Waketum I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno memimpin rapat teknis. Ia tegaskan untuk menekan waktu pelaksanaan menjadi satu pekan. Targetnya, empat sukses yaitu penyelenggaraan, prestasi, perekonomian dan administrasi.
“Manfaatkan apa yang sudah ada. Nomor yang dipertandingkan disesuaikan dengan potensi venue,” sambungnya. Selain itu, ditegaskan juga setiap cabang olahraga dapat dipertandingkan dengan syarat lima provinsi partisipan. (Bu/jo)








Komentar