oleh

Pelajar SMKN di Kuningan Diduga Berbuat Mesum, Perkara Ditangani Serius Pihak Sekolah Secara Humanis

KUNINGAN – Sepasang pelajar SMKN di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sebut saja Bunga dan Kumbang, dikabarkan telah melakukan dugaan perbuatan mesum. Peristiwa yang berlangsung beberapa waktu lalu itu, sampai saat sekarang terus mendapat perhatian dan penanganan serius pihak sekolah.

Ketika dikonfirmasi  POSKOTAONLINE.COM, di ruangan kerjanya, Rabu (17/6/2026) kepala sekolah setempat diwakili wakasek humas, membenarkan jika informasi yang muncul ke ruang publik, kedua pelajar (pasangan-red) ini masih terdata sebagai siswa pada sekolahnya.
“Sejak peristiwa itu diketahui pihak sekolah, kami sebagai lembaga penyelenggara satuan pendidikan menindaklanjuti cepat dengan melakukan langkah sesuai standar operasional prosedur (SOP),” terang Wakasek Humas. Pihaknya sudah memanggil kedua pelajar dan orang tua atau wali mereka guna menindaklanjuti pelanggaran tersebut.

“Dalam rangka menjaga hak pendidikan kedua pelajar yang diduga melakukan pelanggaran berat ini, pihak kami sudah memberikan petunjuk kepada kedua belah pihak untuk tetap meneruskan sekolah, jangan sampai putus sekolah,” jelasnya.

Bahkan sambung Wakasek Humas, pada saat terjadi pertemuan antara pihak sekolah dengan kedua pelajar didampingi oleh orang tua atau wali mereka, sudah ada opsi jika keduanya akan melanjutkan sekolah dengan mutasi (pindah) ke sekolah lain.

“Sampai saat ini pihak sekolah belum  mengeluarkan atau menerbitkan keterangan drop out (DO) terhadap kedua pelajar ini, yang ada malah siap memfasilitasi keduanya jika berniat pindah sekolah,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan guru bidang BP/BK sekolah ini. “Kami sudah memberikan pembinaan khusus terhadap kedua pelajar dengan pendekatan humanis, memberikan penguatan mental agar mereka tetap menatap masa depan dengan optimis,” ujarnya. Pihak BK juga   sudah mengoordinasikan terkait peristiwa tersebut kepada lembaga KPAI. “Konseling terhadap kedua pelajar ini sudah diagendakan hanya tinggal menyesuaikan waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan yang juga turut berada di ruangan menjelaskan, sampai hari ini komunikasi sekolah melalui bidang BK terus tersambung dengan pihak siswa atau dengan kedua orang tuanya. Hal itu ditempuh, sekaligus sebagai upaya monitoring sekolah terhadap keberlanjutan kedua pelajar agar tetap bisa menerima haknya mendapatkan pendidikan.

“Kami tentu akan berupaya maksimal menyelesaikan persoalan ini dengan mengedepankan agar kedua pelajar secepatnya dapat meneruskan pendidikan sebagai hak dasar mereka,” pungkasnya. (Cep/jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *