LAMPUNG-Polda Lampung gelar rapat koordinasi lintas sektoral dan menyoroti serius kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Lampung untuk keselamatan pemudik, data terbaru menunjukkan provinsi Lampung di wilayah Sumatera masuk dalam 10 besar dengan panjang jalan rusak terbanyak di Indonesia, Senin (9/3/2026).
Hal ini terungkap dalam pemaparan jajaran kepolisian Polda Lampung yang menyoroti kondisi jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup panjang dan tersebar di berbagai daerah.
Dalam pemaparan tersebut, Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.
“Hasil pendataan menunjukkan terdapat 79 titik jalan rusak yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Lampung,” ungkapnya dalam paparan kondisi jalan rusak.
Kerusakan tersebut meliputi jalan berlubang besar, permukaan jalan retak, hingga ruas jalan yang tergenang air dan memperparah kondisi aspal.
Berdasarkan data 10 provinsi dengan jalan rusak terpanjang Lampung menempati posisi ke-10 secara nasional dengan total sekitar 81,12 kilometer jalan nasional dalam kondisi rusak.
Kerusakan tersebar di Banyak Wilayah
Pemetaan kepolisian menunjukkan kerusakan jalan tersebar di berbagai wilayah hukum kepolisian polda Lampung.
Beberapa titik jalan rusak yang menjadi perhatian kepolisian Polda Lampung diantaranya wilayah Bandarlampung 11 titik, wilayah Lampung Tengah 8 titik, Waykanan 6 titik, Tulang Bawang 12 titik dan berada di jalur strategis seperti jalan lintas Barat, jalan lintas Timur Sumatera, serta sejumlah jalan penghubung antar kabupaten.
Di wilayah Lampung Barat, misalnya, kerusakan ditemukan di ruas jalan lintas Liwa–Muara Dua yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Sementara di Pringsewu, kerusakan juga ditemukan di ruas jalan lintas barat yang kerap dilalui kendaraan logistik dan transportasi antar daerah.
Sebagian kerusakan bahkan berada di dekat jembatan maupun ruas jalan dengan arus kendaraan tinggi.
Ancaman bagi Pengguna Jalan
Polisi menilai kondisi jalan rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan pemudik tahun ini
Lubang besar di badan jalan seringkali tertutup genangan air saat hujan sehingga sulit terlihat pengendara. Kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Selain itu, kendaraan yang berusaha menghindari lubang kerap berpindah jalur secara tiba-tiba sehingga meningkatkan risiko tabrakan dengan kendaraan lain.
Karena itu, pemetaan titik jalan rusak juga dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi kecelakaan lalu lintas.
Tekanan pada Pemerintah
Masuknya Lampung dalam daftar provinsi dengan panjang jalan rusak yang signifikan memunculkan pertanyaan besar terkait percepatan perbaikan infrastruktur.
Lampung merupakan jalur penting penghubung Pulau Sumatera dan Jawa, terutama melalui jalur jalan arteri yang akan dilewati pemudik roda dua.
Kerusakan jalan yang berkepanjangan bukan hanya mengancam keselamatan pemudik tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas barang. (Agung/fs)







Komentar