oleh

Dishub DKI Jakarta Prediksi Tak Ada Puncak Arus Balik Ekstrem pada Lebaran 2025

JAKARTA – Menjelang berakhirnya libur lebaran 2025, Dinas Perhubungan (dishub) DKI Jakarta memprediksi tidak ada puncak arus balik ekstrem di terminal-terminal yang ada di Ibukota. Bahkan, puncak kembalinya warga ke Jakarta yang terjadi Minggu (6/4) kemarin, mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, dari hasil evaluasi pihaknya didapati arus balik tahun ini tidak akan mengalami puncak ekstrem. Itu terjadi karena kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan Work From Anywhere (WFA) sehingga warga tidak terburu-buru kembali ke Jakarta.

“Karena libur masih dimundurkan, Mereka yang tiba di Jakarta kemudian Bisa beraktifitas pada hari Rabu. Karena memang tujuan pemerintah untuk menambahkan WFA dan terdistribusi normal orang balik dan kemudian tidak ada puncak ekstrim di layanan angkutan lebaran tahun ini Ini,” kata Syafrin di terminal bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (7/4).

Dikatakan Syafrin, angka penumpang yang tiba di terminal yang ada di Jakarta pun mengalami penurunan dibanding tahun 2024 kemarin. Di mana penurunan itu mencapai 22 persen, dan di terminal Kampung Rambutan angka tertingginya pada 5 April yang mencapai 12.169 penumpang.

“Meski begitu, kami dari Pemerintah Provinsi DK Jakarta Terus mengupayakan agar seluruh warga yang tiba di setiap terminal Itu bersedia dengan baik angkutan lanjutannya. Sehingga mereka tidak perlu menunggu lama di terminal, langsung berpindah apakah itu ke Trans Jakarta Mikrotrans, Minitrans Ataupun angkutan reguler lainnya Yang ada di terminal,” ujar Syafrin.

Sementara itu, Ocha, 19, pemudik yang baru tiba di terminal Kampung Rambutan mengatakan, dirinya baru tiba dari kampung halamannya di Padang. Dan selama perjalanan kendala yang dihadapi adalah ketika bus yang ditumpanginya mengantri di pelabuhan Merak. “Yang lama itu antri untuk naik kapal feri. Antri dari jam 7 malam, baru naik jam 1.30 dinihari,” katanya.

Dikatakan Ocha, dirinya sengaja turun di terminal Kampung Rambutan karena masih harus melanjutkan perjalanan ke Bandung. Mahasiswi Politeknik Kesehatan ini juga mengaku baru pertama kali mudik dan kembali menggunakan transportasi darat. “Ternyata ada cerita mudik mudik menggunakan bus, karena perjuangannya sangat melelahkan,” ungkapnya. (Ifand/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *