JAKARTA-PT Rafflesia Investasi Indonesia sebagai platform portfolio Infrastruktur yang dibentuk oleh INA (Indonesia Investment Authority); ADIA (Abu Dhabi Investment Authority) dan APG (Algemene Pensioen Groep) membawahi ruas (I) Kanci-Pejagan; (II) Pejagan-Pemalang; (III) Bakauheni-Terbanggi Besar; dan (IV) Medan-Binjai (“Grup Rafflesia”), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2025.
“Di bawah koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seluruh rangkaian operasional layanan jalan tol berlangsung dengan baik, tanpa kendala yang berarti,” kata CEO PT Rafflesia Investasi Indonesia, Moh. Adhi Resza, Rabu (09/04/2025).
Menurut Reza, lalu lintas kendaraan (Traffic) sepanjang periode arus mudik dan balik (H-10 hingga H+6, tercatat fluktuasi lalu lintas di keempat ruas tol yang dikelola Grup Rafflesia sebagai berikut:
- Kanci – Pejagan: Mencatat peningkatan trafik sebesar 2,7% dibandingkan tahun lalu.
- Pejagan – Pemalang: Mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 6,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Bakauheni – Terbanggi Besar: Terjadi penurunan trafik sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Data Ruas Medan-Binjai Tidak Disajikan
Rafflesia tidak menyajikan data Medan – Binjai karena merupakan ruas dengan karakterisitik pengguna komuter.
Sinergi Kebijakan dan Rekayasa Lalu Lintas Pelaksanaan arus mudik dan balik tahun 2025 ini berjalan relatif lebih lancar berkat kombinasi berbagai faktor yang saling mendukung. Diantaranya adalah penerapan skema one-way nasional dan parsial yang dilakukan secara terkoordinasi di bawah komando Kakorlantas, Kementerian Perhubungan, Kementrian Pekerjaan Umum, Para Pengelola Badan Usaha Jalan Tol dengan dukungan penuh Kepolisian Daerah, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diperpanjang hingga tanggal 7 April 2025, berhasil mendorong distribusi arus mudik dan arus balik secara lebih merata.
Khusus di wilayah operasional Grup Rafflesia, penerapan skema one-way di ruas Kanci – Pejagan – Pemalang dan delaying system di ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terbukti efektif membantu kelancaran arus dan mengurai kepadatan, terutama pada puncak arus mudik tanggal 28 Maret 2025 (H-3) dan arus balik tanggal 6 April 2025 (H+5).
Penurunan Tingkat Kecelakaan
“Kami bersyukur bahwa komitmen Rafflesia Grup terhadap keselamatan pengguna jalan berhasil menunjukkan hasil positif dengan penurunan tingkat kecelakaan yang signifikan sebesar 55% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu dengan zero fatality. Secara keseluruhan, pelaksanaan mudik pada ruas-ruas Rafflesia Grup di tahun ini tidak mencatatkan kejadian yang mengganggu layanan tol secara signifikan,” ujar Reza.
Komitmen Layanan dan Partisipasi Aktif
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama erat antara Para Pengelola Badan Usaha Jalan Tol, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta dukungan dari ASDP. Koordinasi di lapangan dilakukan secara intensif demi memastikan pelayanan maksimal selama periode Lebaran.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional, Grup Rafflesia juga turut berpartisipasi dalam memberikan stimulus Lebaran berupa diskon tarif tol sebesar 20% pada periode yang telah ditentukan.
“Kami bersyukur bahwa pelaksanaan Mudik 2025 yang melintas di jalan tol di bawah koordinasi Rafflesia berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ujar Adhi Reza.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak terkait, dan berharap semangat Mudik ASIK – Aman, Selamat, Ingat Keluarga – dapat terus menjadi inspirasi pelayanan terbaik di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (fs)







Komentar