DEPOK – Program kampanye paslon Supian Suri – Chandra Rahmansyah terkait seluruh anak di Kota Depok yang berkuliah atau melanjutkan ke perguruan tinggi dinilai hanya isapan jempol belaka dan tidak akan terlaksana melihat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak mencukupi.
“Jelas program itu hanya isapan jempol belaka bahkan dinilai mengada-ada hanya untuk mencari simpati masyarakat memilih paslon tersebut,” tegas Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Depok, Dindin Safrudin, Rabu (13/11).
Kondisi APBD Kota Depok yang baru diketuk sebesar Rp 4 triliun jelas sangat berat sehingga terkesan program itu hanya sekedar wacana tanpa perencanaan yang matang. Menurut dia, melalui cara apa dapat terealisasikan jika setiap anak kuliah gratis dimana universitas yang membuka kuliah gratis.
“Kalau berkampanye atau sampaikan program visi dan misi yang masuk akal dan tidak hanya umbar janji ke masyarakat Depok,” tegasnya janganlah menyampaikan janji yang berlebihan kepada masyarakat.
Terkait pelayanan gratis ke masyarakat, imbuh dia, program itu malah sebelum dan saat masa kampanye sekarang sudah dilakukan calon Wali Kota Imam Budi Hartono – calon Wakil Wali Kota Depok dr. Ririn Farabi Arafiq ke masyarakat bahkan jika ada warga yang ingin berobat ke rumah sakit dr. Ririn langsung siap sedia menolong membawa ke rumah sakit.
Jika program pelayanan kesehatan atau berobat gratis sekarang disampaikan paslon nomor urut 2, imbuh dia, saat Supian Suri jadi Sekretaris Daerah (Sekda) Depok berarti pelayanan kesehatan tetap berbayar yang disinggung dirinya Pemkot Depok gagal.
“Program pelayanan kesehatan gratis itu di Kota Depok sudah UHC hasil kinerja Wali Kota Mohammad Idris – Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono yang akan dilanjutkan oleh calon Wali Kota Imam Budi Hartono – dr. Ririn,” tuturnya. (anton/jo)
Teks foto: Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Depok, Dindin Safrudin.







Komentar