BOGOR – Gagasan pengembangan inovasi sosial digital pedesaan didasarkan pada riset selama lima tahun terakhir mempunyai arah yang jelas. Yakni agar dapat bermanfaat sebagai sumber perubahan sosial yang cepat dan baik, untuk mendorong keberlanjutan kehidupan ekonomi-sosial, dan sumberdaya alam serta lingkungan dari masyarakat di kota maupun desa.
Prof. Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, M.S, Ketua Prodi S2 dan S3 Sosiologi Pedesaan IPB University mengatakan, sosiologi pedesaan berpotensi mengambil peranan sebagai pengembang teknologi hingga inovasi sosial digital.
Sosiologi Pedesaan yang dikembangkan di Institut Pertanian Bogor (IPB) University memberi warna tersendiri dalam perkembangan dan pengembangan sains sosial.
“Sebutan Sosiologi “Mazhab Bogor” melekat yang dicirikan dibangun berlandaskan penelahan fakta empiris yang diangkat dalam kerangka teori sosiologi, dan hasilnya dijadikan bekal melakukan praktek-praktek melacak solusi persoalan-persoalan sosial, untuk kemudian kembali dijadikan Teori Sosiologi,” kata Prof Lala, Kamis (14/12).
Ia menegaskan, sosiologi pedesaan secara historis dikembangkan berlandaskan sintesis dua pendekatan yakni clinical sociology dan engineering sociology.
“Cakupan metode ini mulai dari mengatasi kemiskinan atau pemiskinan dan ketimpangan sosial, harmonisasi hubungan antar suku-bangsa, migrasi tenaga kerja dari desa ke kota hingga luar negari, hingga menganalisis dan memberi solusi dalam mengatasi pengerusakan sumberdaya alam hingga pencemaran lingkungan,” ujarnya.
Pengembangan Sosiologi Pedesaan lanjut Prof Lala, menjadi upaya mengurangi dominasi dan hegemoni teori-teori sosial dari Barat. Pendidikan dan pengajaran Sosiologi Pedesaan didasarkan pada pendidikan berbasis riset dan pengembangan masyarakat di pelosok nusantara.
“Proses ini sekaligus menjadi sarana perluasan teori, konsep ilmu-ilmu sosial dalam konteks ke-Indonesiaan,” paparnya.
Prof Lala mengungkapkan, berdasarkan riset dan riset aksi dari mahasiswa S1, S2 dan S3, di desa-desa di Jawa maupun diluar Jawa ditemukan ekosistem digital berkesejahteraan perlu dikembangkan.
“Inovasi sosial digital pedesaan sebagai langkah digitalisasi untuk mengembangkan partisipasi, dan melibatkan masyarakat secara demokratis, mewujudkan aksi sosial dan politik kolektif untuk menyelesaikan persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.
“Bagi saya, perkembangan teknologi digital, secara sosiologis dipandang tidak hanya menjadi upaya mendorong “ekonomi berbagi”, tetapi juga untuk mewujudkan kemanusiaan yang berakhlak dan lebih beradab, mewujudkan kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai cita-cita kita dalam berbangsa dan bernegara,” tambahnya. (yopi/ta)







Komentar