oleh

Program Bantuan Ternak Sapi di Desa Kananga Cimahi Tinggal Kandang Kosong

KUNINGAN– Program bantuan ternak sapi tahun 2013/2014 di Desa Kananga Cimahi, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, hari ini Kamis (23/11/2023) tinggal kandang kosong. Hal tersebut diketahui, sesudah POSKOTAONLINE turun ke lokasi, tepatnya di sebelah barat pemukiman warga Dusun Cicabe desa setempat. Hasil pantauan di dalam  kandang yang  kurang terawat sudah tidak ada sapi.

Ketua Kelompok Tani Bidang Ternak,  Tarkim menjelaskan jika kelompok yang diketuainya, telah menerima bantuan 15 ekor sapi pada tahun 2013 lalu. “Kelompok kami memiliki 15 anggota petani yang mengurus sapi bantuan ini, untuk program sapi pengembangan (peternakan),”terangnya.

Saat ini kata Tarkim, sejumlah sapi dari program bantuan tersebut masih ada, dan jumlahnya mencapai sekitar 30 ekor. “Sapi ini ditempatkan pada kandang milik masing-masing anggota dan tidak berada pada satu tempat,”ujarnya.

Diakui ketua kelompok ini, pada awalnya sapi bantuan dikirim berjenis sapi limosin yang sudah siap untuk beranak dan semua sapi berjenis betina. Namun, sesudah dipelihara beberapa waktu lamanya, ternyata sapi-sapi bantuan banyak yang tidak bunting (hamil.red). “Sehingga karena alasan tersebut beberapa anggota ada yang berinisiatif menukarkan sapi-sapi itu karena tidak bisa beranak,”jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Tarudin yang merupakan Kepala Dusun Cicabe. “Sapi-sapi bantuan dari program ini masih ada, hanya tidak menempati kandang yang awalnya disediakan itu,”ucapnya.

Terpisah, salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebut, saat bertemu POSKOTAONLINE menyatakan, dirinya dan beberapa orang warga setempat meragukan jika sapi-sapi bantuan dari pemerintah itu masih ada.

Dia pernah mendengar, ada anggota-anggota kelompok yang sudah menjual sapi bantuan.
“Kalau yang sekarang ada di kandang, kebanyakan itu merupakan sapi-sapi milik sendiri, bukan sapi bantuan,”tandasnya.

Dia berharap agar informasi mengenai program pengembangan ternak sapi ini, dapat ditindaklanjuti pihak penyidik Polres ataupun Kejaksaan Negeri Kuningan.

Supaya tidak memunculkan beragam asumsi negatif katanya, pihak aparat penegak hukum  harus segera turun melakukan proses penyelidikan terhadap program tersebut.
“Harus dibuktikan apakah sejumlah sapi bantuan itu memang betul-betul masih ada, atau hanya tinggal menyisakan cerita semata,”pungkasnya mengingatkan. (Cep/ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *