ISLAM datang ke muka bumi sebagai pembawa kabar gembira dan dengan cinta damai. Orang yang masuk ke dalam agama Islam akan mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Kedamaian dan keseimbangan akan diperoleh bagi orang menjalankan ajaran serta syariat Islam. Sebab, Islam adalah agama yang penuh kedamaian, kelembutan, cinta damai, kasih sayang, rahmatan lil alamin (rahmat bagi alam semesta).
Jadi, secara tegas tidak benar jika ada yang menyematkan label negatif pada Islam apalagi dengan kekerasan. Namun, belakangan ini banyak masyarakat yang mempertanyakan seputar Islam moderat. Padahal, sudah jelas bahwa Islam moderat merupakan karakteristik dari umat Islam yang bercirikan dengan akhlak mulia, lemah lembut, adil, menghargai perbedaan pendapat, mengambil jalan tengah dan lainnya.
Di dalam QS. Al-Baqarah:143 disebutkan yang artinya: Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. Menjelaskan dengan adanya kata “ummatan wasathon” atau umat pertengahan. Dengan kata lain, mengarahkan umatnya agar adil, seimbang, proporsional antara kehidupan dunia atau akhirat.
Artinya, pelaksanaan ajaran tersebut merupakan Islam moderat. Apalagi, misi Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Dakwah Nabi Lemah Lembut
Meski begitu, dakwah yang dijalankan Nabi dengan cara lemah lembut dan damai. Beliau juga menghargai perbedaan, terlebih lagi kehidupan di masyarakat Madinah terdiri dari beragam etnis atau multikultural. Islam datang mengajarkan menghargai perbedaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Salah satunya, dengan menghapus perbudakan di muka bumi sebagai bagian dari mengangkat harkat martabat manusia. Saat ini, banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam istilah Islam moderat padahal dari dulu sudah dikenal sebagai Islam Wasathiyyah.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI juga terus berupaya mendorong Islam moderat di Indonesia. Bahkan, Indonesia juga menjadi Negara tempat untuk belajar bagi negara lain dalam Islam moderat. Terlebih lagi, Indonesia dikenal sebagai negara yang multikultural dan multi etnis namun tetap berdiri dalam bingkai bhineka tunggal Ika.
Nilai-nilai Islam telah diterapkan di Indonesia seperti pancasila. Pada sila pertama ketuhanan yang maha esa sama dengan Qul Huwallahu Ahad. Sampai dengan sila kelima juga terdapat dalam Al-Qur’an. Melalui Islam moderat dengan menjaga ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Islam), ukhuwah Basyariah (kemanusiaan), ukhuwah wathoniah (tanah air) maka menjadi solusi menuju kemajuan dan peradaban. Wallahu a’lam bis showab.(anton)







Komentar