oleh

Hadiri HGN 2022 dan HUT ke-77 PGRI, Presiden Sampaikan Guru Harus Update Informasi

POSKOTA.CO – Lebih dari 16 ribu guru dari berbagai wilayah di tanah air menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2022 dan HUT ke-77 PGRI yang digelar secara hybrid di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (3/11/2022). Mengambil tema “Guru Bangkit Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia Maju, peringatan HGN 2022 dan HUT ke-77 PGRI tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum PGRI Prof Unifah Rasyidi, Mendikbudristek Nadiem Makarim,  Gubernur Kalimantan  Timur, dan Bupati/walikota Walikota di Provinsi Jawa Tengah.

Presiden dalam sambutannya, mengapresiasi peran para guru yang terus mengawal masa depan bangsa lewat pendidikan bagi anak-anak Indonesia dengan segala keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, terima kasih atas kerja keras Bapak, Ibu guru semuanya saat pandemi, dan terima kasih telah mengawal masa depan anak-anak kita selama pandemi dan terima kasih telah mengawal masa depan bangsa, negara lewat pendidikan kepada anak didik kita,” ujar Presiden.

Kepala Negara menyadari bahwa selama pandemi Covid-19, para guru, dosen, dan tenaga kependidikan dihadapkan pada masa-masa yang berat. Pembelajaran harus dilakukan secara daring dengan segala keterbatasan di lapangan. Presiden pun bersyukur kini pandemi telah bisa dikendalikan sehingga aktivitas dan ekonomi bisa kembali pulih.

“Alhamdulillah karena vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat sebanyak 440 juta suntikan vaksin yang kita berikan, pandemi Covid bisa kita kendalikan dan ekonomi juga bisa kembali pulih seperti sebelum Covid. Ini yang patut kita syukuri,” imbuhnya.

Presiden menjelaskan bahwa di tengah arus perubahan yang sangat cepat, para guru dituntut untuk meningkatkan kapasitas, mampu beradaptasi dengan teknologi pendidikan yang makin canggih, serta menguasai pengetahuan dan keterampilan yang baru dan relevan dengan tantangan dan kebutuhan dunia yang berubah dengan cepat. Apalagi, pandemi dan berbagai krisis global turut mempercepat digitalisasi.

“Oleh sebab itu, saya minta sekali lagi, update informasi itu sangat dibutuhkan agar anak didik kita juga bisa kita berikan informasi yang terkini,” lanjutnya.

Terkait hal tersebut, pemerintah pun terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru melalui berbagai program, yaitu Program Merdeka Belajar, Program Merdeka Mengajar, dan Program Guru Penggerak. Presiden menekankan bahwa program utama pemerintah adalah melakukan transformasi pendidikan untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Tanah Air.

“Selamat Hari Ulang Tahun PGRI yang ke-77 dan selamat Hari Guru Nasional dan terima kasih kepada para guru yang telah bekerja dengan dedikasi terbaik dan terima kasih telah mendidik generasi penerus bangsa untuk selalu mencintai bangsa, negara, dan tanah air Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Umum PGRI Prof Unifah Rosyidi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Joko Widodo yang telah berhasil  melakukan  vaksinasi covid -19 terbesar  di   dunia. “Vaksinasi ini memungkinkan kita dapat melakukan aktivitas sosial lebih luas seperti hari ini,” tegas Unifah.

Selain itu PTM di sekolah  juga  dapat  dilaksanakan kembali,  sebuah  kerinduan  yang  panjang,  anak kembali dapat bersekolah, bercengkrama dengan kawan-kawannya dan mendapatkan proses  pendidikan  terbaik  dari  para  gurunya  dan  tentunya dengan  tetap  menjaga protokol kesehatan.

Unifah menjelaskan tahun ini HUT ke -77 PGRI dan HGN PGRI adalah “Guru Bangkit Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia Maju”. Melalui tema ini, PGRI mengajak seluruh guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk bangkit  bersama memulihkan pendidikan, memajukan Indonesia yang kita cintai agar lebih  kuat di masa  depan.

“Kami  berkomitmen untuk menjadi bagian penting dalam pembaruan dan kemajuan bangsa Indonesia,’ tukas Unifah.

Ia mengingatkan  perkembangan teknologi yang amat pesat perlu diiringi dengan kreativitas dan inovasi sehingga para guru relevan dengan kebutuhan siswa dan kehadirannya selalu dinantikan siswa.

Diakui ribuan guru yang hadir baik secara luring maupun daring begitu bergairah mengetahui bahwa Presiden hadir membersamai para guru. “Kami merasakan besarnya dukungan Bapak Presiden kepada  para guru. Pada  setiap ada  persoalan  besar, Bapak  Presiden  selalu  hadir menenangkan kami,” katanya.

PGRI sebagai kekuatan moral intelektual adalah rumah besar bagi guru, pendidik dan tenaga  kependidikan  tanpa  membeda-bedakan  status guru negeri maupun  guru swasta, honorer atau guru tetap, berada di bawah Kemdikbud maupun Kemenag, baik yang sudah sertifikasi maupun belum.

“Melalui kesempatan ini, saya juga menititpkan para  guru  kepada  para  pemimpin  saat  ini  maupun  yang  akan  datang  untuk  tetap berpihak pada guru,” tandasnya. (in/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *