oleh

Keyakinan yang Benar dan Kuat Akan Melahirkan Ketenangan dan Ketentraman

“Sesungguhnya ketenangan dan ketentraman ada dalam keyakinan dan keridhaan, sementara kegalauan dan kegelisahan ada dalam sikap ragu dan kemarahan.” [HR. Ibn Abiad-Dunya’].

SETELAH keimanan, di antara sikap penting bagi seorang Muslim adalah memiliki keyakinan yang benar dan kuat. Keyakinan-terhadap rezeki, qadha, keadilan Allah SWT, janji dan pertolongan-Nya, pengabulan doa-Nya, kematian, dll-merupakan buah dari keimanan.

Terkait itu, Baginda Rasulullah SAW sering berdoa untuk para sahabat beliau, “Ya Allah, berilah kami rasa takut kepada Engkau yang bisa menghalangi kami dari kemaksiatan kepada Engkau; berilah kami ketaatan kepada Engkau yang bisa mengantarkan kami ke dalam surga-Mu; dan berilah keyakinan yang bisa menjadikan kami meng-anggap enteng bebagai musibah dunia yang menimpa kami…” [HR. At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Al-Hakim dan Ath-Thabrani].

Tentang pentingnya keyakinan, Amr bin Syuaib dari bapaknya, dari kakeknya, juga menuturkan bahwa Rasul SAW pun pernah bersabda, “Kesuksesan generasi awal umat ini adalah karena faktor jeyakinan dan sikap zuhud, sementara kehancuran generasi terakhir umat ini adalah karena faktor sikap bakhil dan panjang angan-angan.” [HR. Ibn Abiad-Dunya’].

Keyakinan yang benar dan kuat akan berefek positif. Dalam hal ini, Muhammad bin Said menuturkan riwayat dari al-Hasan yang berkata, “Tidaklah seorang hamba memiliki keyakinan yang benar terhadap surga dan neraka kecuali dia akan memiliki rasa takut dan kekhawatiran [masuk neraka dan tidak masuk surga], selalu merendahkan diri [di hadapan Allah SWT] dan bersikap istiqamah, serta membatasi diri [dari mengejar dunia] hingga kematian mendatangi dirinya.” [HR. Ibn Abi ad-Dunya’].

Ali bin Abi Maryam menuturkan kisah dari Musa bin Isa bahwa pernah berkumpul Hudzaifah al-Mur’isyi, Sulaiman al-Khawash dan Yusuf bin Asbath. Mereka saling berwacana tentang kefakiran dan kekayaan. Saat itu Sulaiman hanya terdiam. Salah seorang dari mereka berkata, “Orang kaya adalah orang yang memiliki rumah yang ditinggali, pakaian yang dia pakai dan perbekalan [harta] yang mencukupi kehidupannya di dunia.

Yang lain berkata, “Orang kaya adalah orang yang tidak membutuhkan orang lain. “Lalu dikatakan kepada Sulaiman al-Khawas, “Bagaimana menurut engkau wahai Abu Ayyub?” Sulaiman al-Khawash alias Abu Ayyub malah menangis. Tidak lama kemudian ia berkata, “Aku melihat kekayaan itu terkumpul dalam sikap tawakal. Orang kaya yang hakiki adalah orang yang Allah tentramkan kalbunya dengan kekayaan berupa keyakinan; dengan makrifat sikap tawakal; serta dengan anugerah dan karunianya bersikap ridha [terhadap ketetapan-Nya] meskipun sore dia kelaparan dan pagi kekurangan. Itulah orang kaya yang sesungguhnya. “HR. Ibn Abi ad-Dunya’].

Keyakinan yang benar dan kuat juga akan melahirkan ketenangan dan ketentraman. Ibn Abi Khalid, dari Zubaid, menuturkan bahwa Abdullah berkata, “Sesungguhnya ketenangan dan ketentraman ada dalam keyakinan dan keridhaan, sementara kegalauan dan kegelisahan ada dalam sikap ragu dan kemarahan.” [HR. Ibn Abi ad-Dunya’].

Keyakinan yang benar dan lurus dan kuat juga akan menjadi motivasi orang untuk sungguh-sungguh dalam beramal. Al Hasan menuturkan bahwa seseorang pernah berkata kepada putranya, “Anakku, amal tidak mungkin bisa dilakukan kecuali didasarkan keyakinan. Siapa saja yang keyakinannya lemah, dia tak akan mampu untuk beramal.” [HR. Ibn Abi ad-Dunya’].

Di antara tanda lemahnya keyakinan juga diungkap oleh Al-Hasan, sebagaimana dituturkan oleh Ziyad bin al-Mudhafir, “Hai anak Adam, di antara tanda lemahnya keyakinanmu adalah kamu lebih mempercayai apa yang ada pada dirimu ketimbang apa yang ada di sisi Allah.” [ HR. Ibn Abi ad-Dunya’].

Terakhir, tampaknya kita layak merenungkan nasihat Ammar bin Yasir, sebagaimana dituturkan oleh Ja’far bin Sulaiman dari Yunus, Cukuplah maut sebagai nasihat bagimu; cukuplah keyakinan sebagai kekayaanmu; dan cukuplah ibadah sebagai kesibukanmu.[HR. Ibn Abi ad-Dunya’]. Wallahu’alam.

Aswan Nasution.

[Dikutip dari berbagai sumber bacaan]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *