oleh

WINNER 2020 Digelar, Hadirkan Refleksi Sejarah Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian Indonesia dan Belanda  

POSKOTA.COIndonesia dan Belanda menggelar kegiatan Week of Indonesia-Netherlands Education and Research (WINNER) yang dilaksanakan pada  24-26 November 2020 secara virtual. Kegiatan yang merupakan  refleksi sejarah panjang kolaborasi dalam penelitian dan pendidikan antar Indonesia dan Belanda tersebut akan menghadirkan sebanyak  152 narasumber terdiri atas menteri, professor, dosen dan peneliti.

“WINNER merupakan kerja sama antara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Kedutaan Belanda, Nederlandse Organisatie voor Wetenschappelijk Onderzoek (NWO), Nuffic Neso dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI),” kata  Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, Media briefing yang diselenggarakan secara virtual.

Menurut Peter, acara yang pertama kali diselenggarakan ini mengambil tema “Achieving the SDGs: from Knowledge to Practice”.  Indonesia dan Belanda adalah dua negara yang memiliki sejarah panjang dalam kerjasama riset dan pendidikan. Kerjasama tersebut tercipta dalam berbagai level pendidikan, termasuk pendidikan di tingkat vokasi.

“Setiap tahun ada sekitar 1.500 pelajar Indonesia yang datang ke Belanda untuk belajar. Demikian juga sebaliknya banyak mahasiswa Belanda yang tertarik untuk mempelajari tentang Indonesia,” kata Peter.

Melalui kegiatan WINNER 2020, kolaborasi tersebut akan semakin diperkuat. Para akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa dan profesional dari kedua negara akan berbagi pengalaman dan juga melakukan  identifikasi kerjasama yang akan menjadi prioritas kedua negara dan memperdalam serta membentuk kolaborasi baru.

Agus Haryono Deputi IPT LIPI

Sementara itu, Agus Haryono Deputi IPT LIPI menjelaskan para peneliti LIPI telah memiliki kerja sama dan kolaborasi dengan para peneliti di Belanda, khususnya di bidang hayati dan teknik (TI dan elektro). Melalui penyelenggaraan WINNER 2020, LIPI mendorong kolaborasi riset global khususnya yang melibatkan mitra dengan Belanda

“Mengingat sejarah panjang kerja sama penelitian dan pendidikan antara Indonesia dan Belanda, Pekan Pendidikan dan Riset Indonesia-Belanda diharapkan akan menjadi tanda bersejarah dalam kerja sama penelitian dan pendidikan antara kedua negara,” jelasnya.

Joris, dari Kedutaan Besar Belanda mengatakan secara umum, Indonesia adalah partner pemerintah Belanda dalam berbagai bidang utamanya dalam bidang pendidikan. Kerjasama pendidikan adalah jembatan yang menghubungkan banyak kerjasama lainnya antar dua negara.

“Setiap tahun banyak pelajar Indonesia yang menuntut ilmu ke Belanda, bahkan dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, antusiasme masih sangat tinggi,” katanya.

Sementara itu Inaya Rakhmani, Direktur Komunikasi Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) mengatakan masa pandemi adalah momen penting untuk mengangkat isu tentang bagaimana sains dapat memperkaya proses pembuatan kebijakan dan medorong perubahan perspektif pada masyarakat mengenai biodiversitas dan perubahan iklim. Dalam kegiatan WINNER 2020, ilmuwan ilmuwan Belanda dan Indonesia akan memperkuat diplomasi sains untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan perubahan iklim yang mempengaruhi kedua negara dan seluruh dunia.

“Sebagai bagian dari WINNER 2020, para ilmuwan ALMI memainkan peran aktif dalam memperkaya diskusi panel mengenai biodiversitas dan perubahan iklim,” jelasnya.

ALMI turut mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan nasional dan lokal, pengusaha sosial, organisasi masyarakat sipil, dan jurnalis sains untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang bagaimana sains menjadi landasan dalam proses pembuatan kebijakan, advokasi dan inovasi, serta bagaimana sains dikomunikasikan ke publik dalam talk show mengenai perubahan iklim.

Peter van Tuijl, menyampaikan rasa senangnya melihat banyak alumni Belanda yang ikut aktif dalam acara ini. Keterllibatan alumni Belanda dalam berbagai bidang, mulai dari Green Education sampai Public Heath, merupakan bukti nyata kontribusi mereka dalam riset dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia dan juga secara tidak langsung berkontribusi dalam percepatan pencapaian 17 tujuan pembangun berkelanjutan (SDGs).

“Acara WINNER ini terbuka untuk umum, bahkan pada hari kedua kami membuka kesempatan kepada siapa saja untuk mempresentasikan hasil penelitian atau kegiatan pendidikannya kepada peserta WINNER di sesi Networking,” lanjutnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *