oleh

PEMDA BEKASI DAN PEMPROV DKI BANGUN JALUR SISI KALIMALANG

Lubang ternganga
Lubang ternganga

POSKOTA.CO – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan melibatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya membangun infrastruktur jalur sisi Kalimalang Jalan KH Noer Alie.

“Saya sudah hubungi pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama agar proyek ini (jalur sisi Kalimalang) dibantu,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Senin.

Menurut dia, proyek yang digagas pihaknya sejak 2013 lalu terdiri atas tiga tahap pembangunan, yakni dari dari depan Metropolitan Mal hingga simpang Galaxy, lalu dilanjutkan dari simpang Galaxy hingga simpang Caman, dan Simpang Caman hingga Sumber Artha sepanjang totol 3,5 kilometer.

“Saya akan buat proposal jalan tembus yang membutuhkan anggaran sekitar Rp15 hingga Rp20 miliar kepada Pemprov DKI,” katanya.

Menurutnya, peran Pemprov DKI yang dibutuhkan adalah menyambung jalur sisi Kalimalang itu mulai dari Sumber Artha hingga ke arah Cawang. “Jalur ini kan untuk kepentingan warga DKI juga yang bekerja di Bekasi, begitu pula sebaliknya,” katanya.

Rahmat mengatakan, Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok telah merestui permintaan itu. “Pak Ahok sudah menyatakan kesiapannya membantu Bekasi, bahkan kalau perlu jalan itu akan dihibahkan kepada Pemkot Bekasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Tri Adhiyanto menambahkan pengerjaan proyek jalur sisi Kalimalang telah rampung 50 persen hingga Mei 2014.

“Hingga saat ini, setengah dari proyek itu telah kita selesaikan melalui anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat total Rp15 miliar,” katanya.

Menurut dia, proyek tersebut ditargetkan berlanjut pascaPemilu Presiden 2014 untuk tahap simpang Galaxy hingga simpang Caman.

Proyek tersebut mendesak dilanjutkan mengingat Gerbang Tol Keluar Bekasi Barat III saat ini telah resmi beroperasi, sehingga limpahan kendaraan yang keluar dari tol akan ditampung di jalur sisi Kalimalang.

“Karena sifatnya mendesak, kita bisa upayakan dananya dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau bantuan DKI,” katanya.

Tri memperkiarakan, penyelesaian proyek itu akan membutuhkan sedikitnya tiga tahun alokasi anggaran.
“Saya perkirakan, total anggaran yang kita butuhkan bisa sampai Rp15 miliar hingga Rp20 miliar lagi,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkot Bekasi sampai saat ini tengah mencari format kerja sama yang tepat dengan DKI seputar rencana pemberian bantuan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *