oleh

IMBANGI RUSIA ALJAZAIR KE FASE GUGUR

Skuat Aljazair rayakan kemenangan. (DOK)
Skuat Aljazair rayakan kemenangan. (DOK)

POSKOTA.CO–  Tandukan Islam Slimani membawa Aljazair ke putaran 16 besar Piala Dunia untuk pertama kalinya, dengan hasil imbang 1-1 saat melawan Rusia pada Kamis yang sekaligus menyingkirkan pasukan Fabio Capello dari turnamen ini.

Pada malam yang layak dikenang bagi tim Afrika Utara itu, yang menjadi tim terakhir yang lolos ke fase gugur di mana Belgia telah memastikan lolos sebagai juara Grup H, Aljazair mampu bangkit meski tertinggal terlebih dahulu melalui gol Alexander Kokorin.

Tambahan satu angka, pada pertandingan yang berlangsung sengit di Baixada Arena, di mana semua masih dipertaruhkan dan tuan rumah Piala Dunia 2018 memerlukan kemenangan untuk dapat menyingkirkan Aljazair, merupakan semua yang dibutuhkan “Rubah-rubah Gurun” untuk dapat menorehkan sejarah.

Dengan Belgia yang finis dengan sembilan angka, Aljazair, yang akan menghadapi Jerman untuk memperebutkan satu tempat di perempat final, mengakhiri fase grup dengan empat angka, Rusia dua angka, dan Korea Selatan satu angka.

Hasil imbang layak mereka dapatkan namun itu terjadi setelah Aljazair sempat tertinggal sebelumnya, di mana Kokorin menyambar umpan silang Dmitry Kombarov dengan sempurna pada menit keenam.

Aljazair, yang oleh pelatih kelahiran Bosnianya Vahid Halilhodzic menyebut pertandingan ini sebagai pertandingan terpenting dalam sejarah sepak bola negara itu, jarang mengancam pada babak pertama dan terlihat berada di bawah bayang-bayang tim yang mampu mencetak empat gol ke gawang Korea Selatan.

Upaya Slimani ditepis kiper Igor Akinfeev ke atas mistar gawang oleh kiper Igor Akinfeev pada menit ke-30, namun hakim garis telah terlebih dahulu mengangkat bendera offside, dan sejumlah peluang lain milik ALjazair yang tidak berbuah gol memicu kekesalan pelatih Halilhodzic dari pinggir lapangan.

Meski demikian, semuanya berubah pada babak kedua, di mana Aljzair tampil jauh lebih tajam sebelum mereka akhirnya mampu mencetak gol dan menahan tekanan.

Slimani memaksimalkan peluangnya pada menit ke-60 dengan tandukan keras ke tiang dekat dari tendangan bebas Yacine Brahimi, yang gagal dijangkau Akinfeev.

Capello hanya melakukan satu pergantian dari tim yang kalah 0-1 dari Belgia, di mana ia memberi kesempatan kepada penyerang veteran Alexander Kerzhakov untuk menggantikan Maxim Kannunikov, namun gol yang diharapkan tetap tidak tercipta.

Justru, Aljazair yang kembali menggagalkan raihan tiga angka bagi pria Italia Capello, setelah menahan imbang Inggris tanpa gol di Afrika Selatan empat tahun silam.

Saat itu Inggris yang melaju, namun pada Kamis hak tersebut menjadi milik Aljazair, di mana para penggemarnya berdoa sampai akhir pertandingan dan meledak saat peluit panjang berbunyi. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *