oleh

Ditjen Hubla Investigasi Kandasnya Dua Kapal di Kepulauan Riau

POSKOTA.CO  – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun Kemenhub melakukan pemeriksaan awal atas musibah kandasnya kapal MV Sharaz berbendera Iran dan KM Samudera Sakti I berbendera Indonesia di perairan Batu Berhenti Pulau Sambu Kepulauan Riau.

Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun Capt Barlet Silalahi saat mengungkap hasil pemeriksaan, kedua kejadian kandasnya kapal MV Sharaz dan kapal KM Samudera Sakti I di Perairan Batu Berhenti Pulau Sambu tidak menimbulkan korban, baik korban luka-luka maupun korban jiwa.

Dia mengungkapkan KSOP Tanjung Balai Karimun juga telah melakukan survey untuk melaksanakan pemeriksaan awal, pengumpulan data/dokumen dan keterangan sebagai penyebab kejadian terhadap peristiwa kandasnya kedua kapal tersebut.

Dikatakannya, kapal MV. Shahraz telah mengalami kebocoran dan terlihat perubahan struktur kapal. “Kapal terlihat bengkok atau hogging,” kata Capt Barlet.

Sedangkan untuk Kapal KM Samudera Sakti I tidak terlihat secara visual ada atau tidaknya kerusakan.

Lebih lanjut, Capt Batlet mengatakan bahwa pada hari Senin (11/5/2020) pukul 23.00 WIB, KM Samudera Sakti I berhasil terapung kembali. “Kapal KM Samudera Sakti I telah berhasil berlabuh di perairan yang aman di perairan Batam,” tuturnya.

Kepala Bagian Organisasi Dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Wardana menyebutkan, sebelumnya, Kemenhub  mengerahkan tiga kapal patroli, antara lain KN 366 dari KSOP Tanjung Balai Karimun cq Wilayah Kerja Pulau Sambu, KN Kalimashada – P.115 dan KN Sarotama – P.112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tanjung Uban untuk mengevakuasi dan melakukan pengawasan keselamatan pelayaran di lokasi musibah tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Patroli dan Penjagaan Capt Herbert Marpaung  menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan UPT di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut dan instansi lainnya untuk memastikan keselamatan pelayaran di perairan sekitarnya.

“Kami juga terus berupaya untuk mengkoordinasikan upaya-upaya salvage, pengapungan dan pencegahan pencemaran, serta melakukan pengawasan terhadap kondisi kapal,” ujar Capt Herbert.

CaptHerbert menyebutkan bahwa survei pemeriksaan awal yang dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Tanjung Balai Karimun, Capt Barlet Silalahi tentunya melalui proses pemeriksaan ketat dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Seluruh personel KSOP Tanjung Balai Karimun sebelum naik ke atas kedua kapal tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dalam rangka antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan oleh KKP,” tutup Capt Herbert. (d)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *