oleh

Pemutaran Perdana Restorasi “Tjoet Nya’ Dhien” Bakal Dihadiri Erick Thohir

POSKOTA.CO – Film drama sejarah mengangkat kisah perjuangan pahlawan wanita Aceh, “Tjoet Nya’ Dhien” akan ditayangkan ulang. Film diperanutamakan aktris Christine Hakim itu tayang pertama tahun 1988.

Penayangan ulang film epos ini di Plaza Senayan, Kamis (20/5)  rencanya dihadiri Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Film ‘Tjoet Nya’ Dhien’ disutradarai Eros Djarot  merupakan film kolosal yang meraih Piala Citra FFI 1988. Pemutaran ulang esok hari menandai selesainya proses perbaikan (restorasi) yang dilaksanalan di Belanda.

Dalam siaran pers yang diterima poskota.co, menyebutkan Christine Hakim selaku pemeran utama  mengharap kehadiran Meneg BUMN Erick Thohir.

“Diharapkan Menteri Erick Thohir mendorong masyarakat ikut menyaksikan film tersebut,” kata Christine Hakim.

Menurut Artis Terbaik peraih Piala Citra FFI 1988 itu, jika tidak ada aral melintang, direncanakan pula setiap hari ada pejabat negara yang ikut menonton Tjoet Nya’ Dhien.

Menurut Christine, gerakan kembali ke bioskop  untuk menonton film nasional perlu memperoleh dukungan penuh. Pemutaran kembali Tjoet Nya’ Dhien memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk menikmati kembali film kolosal yang menyabet delapan Piala Citra 33 tahun silam.

Film ini direstorasi di Belanda, dan disesuaikan dengan teknokogi mutahir, sehingga gambarnya lebih tajam dan terang. Untuk kepentingan teknis, panjang film juga telah dipotong menjadi di bawah 2 jam.

Untuk tahap awal Tjoet Nya’ Dhien hanya diputar di lima bioskop Jakarta, masing-masing di Pondok Indah Mall  (PIM) 1, Plaza Senayan (PS), Trans Studio Mall (TSM) Cibubur, Blok M Square dan Bekasi.

Pemutaran perdana sengaja dipilih pada hari Kebangkitan Nasional karena film ini mengandung unsur kepahlawanan dan nasionalisme yang tinggi. Selanjutnya, jika sambutan penonton antusias, film juga akan ditayang di berbagai kita lainnya.

Film Tjoet Nya’ Dhien pernah ditayangkan di Festival Film Cannes , Perancis, tahun 1989. Waktu itu Tjoet Nya’ Dhien masuk dalam program La Semaine de la Critique untuk film panjang.

 “Jangan lupa di film ini kita juga dapat belajar tentang kesetiaan dan penghianatan dari orang-orang di sekitar kita,” tambah Christine. (tis/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *