oleh

Kisah Johny Indo Sang Robin Hood, Rampok Toko Emas Diberikan Fakir Miskin

POSKOTA.CO – Sosok Johny Indo melegenda di Indonesia gara-gara masa lalunya sebagai pemimpin komplotan perampok kelas kakap bernama Pasukan China Kota (Panchinko).

Saat melancarkan aksinya sejak pada 1970an, Johny Indo berprofesi sebagai seorang model. Saat menjarah toko emas dia disegani karena selalu menggunakan senjata api untuk mengancam penjaga toko.

Namun, Johny Indo dan komplotannya tak pernah melukai dan merenggut nyawa korban, dan hanya mengambil sebagian jumlah emas dari total emas yang ada di dalam toko.

Sedangkan hasil penjualan emas itu tak digunakan untuk memperkaya diri sendiri atau berfoya-foya, ia justru membagikannya pada rakyat miskin sehingga dia dijululuki sebagai Robin Hood Indonesia.

Selama 10 tahun malang melintang dan menjarah 129 Kg emas, mebuat aparat kepolisian kelabakan menghadapi sang Robin Hood ini.

Dalam pengakuannya, Johny Indo sengaja melakukan perampokan  karena ia menganggap orang asing itu telah mengambil harta dari Indonesia sehingga ia kembali merampasnya untuk rakyat miskin.

Walaupun tujuannya baik, Johny Indo tetap melanggar hukum dan sang Robin Hood akhir tertangkap. Dia pun harus menjalani hukuman di sel ‘mematikan’, Lapas Nusakambangan.

Johny Indo bersama komplotannya sempat kabur dari Lapas Nusakambangan. Sialnya belasan hari melakukan pelarian, Robin Hood tak juga bisa keluar dari pulau ‘kematian’ itu. Akhirnya, ia menyerah dan kembali masuk bui.

Setelah keluar dari penjara,  kehidupannya berubah drastis. Kisah hidupnya sebagai gembong perampok yang mementingkan rakyat, diadaptasi dalam film berjudul Johny Indo, pada 1987.

Setelah pensiun dari industri hiburan, ia menjadi seorang pendakwah. Ia menjadi mualaf dan kerap keliling kampung memberikan ceramah.

Johny Indo sempat beradu argumen dengan pangeran Arab, keturuan Raja Fahd saat  membersihkan sampah yang menumpuk di selokan, di kampungnya.

Pangeran Arab itu sempat  berdebat sampai menyebut haram terhadap tato Johny Indo. Namun Pangeran Arab itu justru memberikan perlakuan special hingga akhirnya dia dijemput menggunakan jet pribadi dan mengajaknya melakukan ibadah haji secara gratis.

Selain menjadi pendakwah, Johny Indo membuka usaha penjualan batu akik. Dari hasil jerih payahnya ini, Johny Indo pun bisa memberikan pendidikan tinggi untuk anaknya menjadi dokter dan ahli IT di Hongkong.

Selain itu, Johny Indo pun memiliki yayasan bernama Johny Indo. (r)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *