Sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Demikian firman Tuhan dalam Kitab Kejadian 13:15.
Siapa diantara kita yang mau hidup pas-pasan, gagal atau tidak diberkati?. Rasanya tidak ada seorang pun yang ingin hal itu menimpanya.
Sebaliknya jika ditanya siapa yang ingin hidupnya berhasil dan diberkati Tuhan?. Dengan serempak, semua orang pasti akan mengangkat tangan.
Memang, hidup yang berhasil dan diberkati adalah dambaan setiap orang. Namun untuk mencapai tujuan itu, ada langkah-langkah yang harus kita kerjakan.
Dalam bahasa rohaninya “Ada harga yang harus kita bayar”. Semua langkah-langkah itu sudah tertulis secara terperinci di dalam Alkitab, namun seringkali kita abaikan.
Matius 6:33 mengatakan, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”
Seringkali kita menuntut Tuhan untuk memberkati kita, tapi kita sendiri tidak mengutamakan Kerajaan Allah dan keberadaannya.
Kita tidak mau bayar harga!
Abraham adalah contoh orang yang sangat berhasil dan diberkati Tuhan. Ia mengalami penggenapan janji Tuhan dalam hidupnya secara luar biasa.
Abraham, bukan hanya diberkati, tapi Abraham juga menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Bahkan Alkitab menyatakan, Abraham disebut sebagai sahabat Allah (Yakobus 2:23).
Ini menunjukkan bahwa Tuhan sangat karib dengan Abraham. Alkitab menyatakan bahwa jika Tuhan karib dengan seseorang, maka perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.” (Mazmur 25:14).
Mengapa Tuhan sangat memberkati Abraham dan menjadikan dia begitu spesial?.
Pertama, karena Abraham adalah orang yang taat. Ketaatan adalah langkah untuk menikmati berkat Tuhan. Tuhan berfirman, “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” (Kejadian 12:1).
Kita tahu bahwa orang-orang di daerah asal Abraham dan termasuk sanak saudaranya adalah para penyembah berhala. Karena itu Tuhan memerintahkan Abraham untuk memisahkan diri dari mereka, dan ia pun taat kepada perintah Tuhan.
Ketaatan Abraham meninggalkan negerinya dan juga keluarganya, walaupun ia belum tahu persis ke mana harus pergi, adalah bukti betapa ia sangat percaya kepada Tuhan.
Ini adalah iman!.
Iman yang disertai dengan perbuatan inilah iman yang hidup, percaya walaupun secara kasat mata belum melihat!.
“Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu,”demikian kata Yapy M Doroh, majelis GPIB Zebaoth Bogor mengutip Kitab Galatia 3:9.
Ditegaskan Yapy, Abraham tidak hanya mengalami berkat-berkat rohani dari Tuhan, tapi juga diberkati dengan berkat jasmani berupa harta yang melimpah.
Ini buah dari ketaatannya!.
Apa yang dialami oleh Abraham, apakah bisa dapat pula kita alami?. Kitab Galatia 3:29 menyatakan, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.
Kita yang ada di dalam Kristus, berhak juga atas segala berkat dan janji Tuhan. Namun Alkitab dengan tegas menyatakan, “Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” (2 Korintus 6:17).
“Selama kita masih bersahabat dengan dunia ini, berkompromi dengan dosa dan hidup dalam ketidaktaatan, berkat dan janji Tuhan itu hanya akan menjadi khayalan semata. Karena itu, kita perlu belajar dari kehidupan Abraham, supaya berkat-berkat yang dijanjikan kepada Abraham tersebut juga kita terima secara nyata dalam hidup ini,”ujar Yapy yang juga seorang jurnalist ini.
Abraham sangat mengasihi Tuhan. Ia menempatkan Tuhan lebih dari segalanya. Bahkan dimana pun bertemu dengan Tuhan, Abraham selalu mendirikan mezbah bagiNya.
Mezbah berbicara tentang ibadah!.
“Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang,”sabda Tuhan dalam 1 Timotius 4:7b-8.
Ketaatan Abraham mendirikan empat mezbah bagi Tuhan, membuat ayah dari Ishak dan Ismael ini digelar sebagai bapak segala orang percaya.
Alkitab menyatakan, mezbah yang di dirikan Abraham itu berada di Sikhem (Kejadian 12:7). Lalu mezbah di dekat Betel (Kejadian 12:8) Dan mezbah di dekat Hebron (Kejadian 13:18) serta mezbah di gunung Moria (Kejadian 22:9).
Tidak hanya itu, ia pun rela mempersembahkan anak yang sangat dikasihinya, ketika Tuhan memintanya.
“Abraham mengalami penggenapan janji Tuhan dalam hidupnya. Ia juga diberkati Tuhan dalam segala hal. Demikian firman Tuhan dalam kitab Kejadian 24:1,”ujar Yapy. (#/yopi)







Komentar