oleh

Membuang Kebencian dan Belajar Mengampuni

POSKOTA.CO – Bagaimana membalas kejahatan dengan kebaikan atau kebencian dengan kasih sayang? Apa yang kita lakukan ketika kita sudah begitu di lukai oleh seseorang dan di saat berbeda, kita memiliki kesempatan untuk membalas dendam.

Mengampuni berbicara tentang seberapa luas dan lapang ukuran hati. Jika hati ada kasih, maka tindakan mengampuni berjalan baik.. Namun jika sebaliknya, maka akan sulit terwujud.

Mengampuni memang tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu, ‎namun akan melapangkan jalan anda menuju masa depan yang damai. Kebencian dan Sikap tidak mau mengampuni sebenarnya sedang menutup jalan dan langkah kita untuk meraih berkat di masa depan.

Memang tidak mudah untuk mengampuni. Apalagi ‎kemudian memberi kesempatan kedua bagi orang yang sudah menyakiti dan menghianati kita.
Apalagi akibat perbuatan orang tersebut, menimbulkan rasa sakit hati yang berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa ada solusi.

Memberi maaf dan membuka ruang adanya sikap mengampuni, tidak serta merta menghapus bekas dalam hati.
Namun sebagai anak anak Tuhan, memaafkan dan mengampuni, adalah sikap yang sangat terpuji.

Firman Tuhan mengajar kita untuk mengampuni orang yang berbuat salah kepada kita, tidak hanya satu kali saja, bahkan berkali-kali.

Ini berarti bahwa pengampunan yang kita berikan adalah pengampunan yang tiada batasnya.
Itulah makna hakiki dari doa “Bapak Kami”…!!

Tidak peduli betapa dalam luka hati yang diakibatkan, tugas kita adalah mengampuni orang tersebut.
Ini perintah dan wajib dilakukan umat Tuhan.

Firman Tuhan dalam Kitab Matius 18:21-22 berbicara tentang hal ini. Di uraikan dalam Alkitab, kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”.

Atas pertanyaan ini, Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Sungguh pesan yang sangat penuh makna…!!!!

Seringkali kebencian ini di taburkan iblis di hati kita. Tanpa di sadari kita membenci seseorang yang menyakiti hati kita.
Tapi tahukah kita kalau kebencian di samakan dengan pembunuhan oleh Tuhan?

Jika kita ‘membenci’ seseorang,
kita adalah seorang ‘pembunuh’ di mata TUHAN.

“Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia,”
kata Yapy M Doroh, Majelis GPIB Zrbaoth Bogor mengutip pesan Tuhan dalam kitab 1 Yohanes 3:15a.
‎
Bagi penulis, menyimpan dendam, ‎tidak mengampuni atau menyimpan kebencian,
maka bagi Tuhan, ‎kita sudah menjadi seorang pembunuh. Jika itu yang terjadi, maka hal itu merupakan kekejian di mata Tuhan.‎
‎
“Dan tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya,” pesan 1 Yohanes 3:15b.

Doa Bapak Kami jelas mengajarkan kita, agar mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Mari buang kebencian dari hati kita dan ‎ampuni mereka yang bersalah kepada kita.
‎
Lukas 6:27-28 dalam Alkitab perjanjian baru menegaskan, tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

‎”Pengampunan adalah perbuatan terbaik yang bisa kita berikan kepada orang lain dan diri sendiri. Hiduplah dalam damai dan lakukan firman Tuhan dengan selalu memberi maaf dan ampun bagi sesama,”demikian pesan Yapy dalam renungannya. (#)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *