“ATAS berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.
TANGGAL 17 Agustus 1945 tepat tanggal itu kita bangsa Indonesia telah dikarunia oleh Allah SWT suatu Rahmat yang paling besar bagi bangsa Indonesia.
Banyak pejuang-pejuang itu yang gugur sebagai syuhada karena didorong oleh rasa cinta tanah air dan didorong pula oleh suatu keyakinan bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
Sebagaimana dikatakan dalam sebuah ungkapan: ” Cinta Tanah Air Adalah Sebagian Dari Iman.”
Kita sebagai pewaris kemerdekaan mempunyai tanggung jawab memeliharanya agar semangat api itu tidak semakin pudar.
Kita isi kemerdekaan ini dengan cita-cita kemerdekaan itu yaitu mewujudkan negara yang adil dan makmur dalam limpahan Rahmat dan Ridha Allah SWT.
Untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur, maka ada syarat dari Allah SWT yang menganugerahkan kemerdekaan itu yang harus kita penuhi yaitu kita harus menjadi umat yang bertaqwa, umat yang mau menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar.
Insya Allah negara yang aman dan tentram, sejahtera, serta adil dan makmur merata keseluruh penjuru nusantara.
Melalui firman-Nya Allah mengingatkan kepada kita semua sebagaimana termaktub di dalam surat Al-‘Araf ayat 96:
“Jika sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
Momentum peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 tahun ini, marilah kita tingkatkan terus dharma bhakti kita dalam mengisi kemerdekaan ini.
Kita tempatkan diri kita sesuai dengan kemampuan dan posisi kita masing-masing.
Bagi para pelajar dan mahasiswa serta pemuda. Belajarlah dengan tekun dan sungguh-sungguh guna mendapatkan ilmu yang sebanyak-banyaknya sehingga bermanfaat untuk bangsa dan negeri ini.
Bagi seorang pegawai maka bekerja dan mengabdilah dengan penuh rasa tanggung jawab, bagi seorang pemimpin, maka pimpinlah dengan penuh kasih sayang dan niat yang tulus.
Kita tunjukkan diri kita kepada Allah SWT bahwa kita adalah bangsa yang pandai bersyukur atas segala nikmatnya, terutama nikmat kemerdekaan ini.
Janganlah sampai kita berkhianat terhadap negara kita, berkhianat terhadap tugas kita, berkhianat kepada Allah SWT.
Karena sesungguhnya pengkhianatan adalah bentuk kekufuran atas segala nikmat yang telah di berikan oleh Allah SWT kepada kita.
Melalui firmannya Allah SWT mengingatkan kepada kita semua sebagaimana tercantum dalam surat Ibrahim ayat 7:
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian. Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Kemerdekaan adalah nikmat dan rahmat Allah, dan wajib mensyukurinya serta mengisi kemeredekaan itu dengan kerja keras, usaha keras, dan ikhlas membawa masyarakat Indonesia secara keseluruhan menuju masyarakat yang “Baldatun Tayyibatun Warabbun Ghafur, negara yang makmur yang berada dalam naungan Allah SWT.
Mudah-mudahan kita semua tidak pernah menyerah untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur, kita memohon kepada Allah mudah-mudahan Allah selalu melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada bangsa Indonesia ini. Aamiin.
Semoga….
Wallahu a’lam bish shawab.
Wassalam.
Aswan Nasution
Penulis, Alumni Qismu ‘Aly Al Washliyah 79’ Isma’iliyah, Medan, Sumatera Utara.
Berdomisili di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).







Komentar