oleh

Portina Kerja Keras Lengkapi 34 Kepengurusan Pengprov dalam Triwulan Pertama 2021

-Olahraga-78 views

POSKOTA.CO – Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (PP.Portina) dalam Rapat Pleno 2020 menargetkan akan melengkapi kepengurusan di seluruh provinsi sebanyak 34 Pengprov pada triwulan pertama 2021.

Sejak resmi dikukuhkan oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) pada Juli, Portina yang diketuai Agung Widyantoro terus berbenah agar organisasi yang menaungi olahraga tradisional bisa hadir di seluruh wilayah di nusantara.

“Kami akan kerja keras menambah jumlah Pengprov hingga menjadi 34 provinsi. Untuk sementara target tersebut akan direalisasikan hingga triwulan pertama pertama tahun depan,”tegas Ketua Bidang Organisasi Portina, Yahya Majid, kepada wartawan, kemarin, di Jakarta.

Hingga saat in ini Portina sudah membentuk 22 Pengprov, dengan tambahan lima provinsi sudah menerima mandat kepengurusan. Itu berarti sampai akhir 2020 telah bertambah menjadi 27 Pengprov dari sebelumnya yang sudah ada sebanyak 22 Pengprov.

“Untuk provinsi yang sudah menerima mandat ini, diberikan waktu hingga 60 hari untuk membentuk kepengurusan sebelum dilantik,” kata Yahya. “Sedangkan tujuh provinsi yang belum membentuk pengurus, yakni: Kepulauan Riau, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, dan Gorontalo akan kami upayakan segera menyusul. Dua diantaranya sudah menjadi kandidat ingin membentuk, yaitu Kepri dan NTB,” lanjut Yahya.

Selain berkeinginan melengkapi jajaran pengurusnya di daerah, Portina juga akan mengusulkan menambah empat olahraga tradisional ke dalam daftar olahraga tradisional yang telah diklasifikasi 11 jenis. Penambahan ini dilakukan tidak sembarangan karena pihaknya melakukan dengan kajian akademis.

“Sebelum ada Portina sudah ada 11 olahraga tradisional yang telah dicatatkan sejak 2006,” terang Yahya. “Kami sudah buat modul dengan menambahkan empat olahraga baru, yaitu pencak silat tradisional, sepak raga, panahan tradisional, dan ketapel,” sambung Yahya.

Rencana ini merupakan program kerja Portina yang berusaha menggali dan menambah perbendaharaan olahraga tradisional di Indonesia. Ini terkait agar olahraga tradisional daerah yang amat sangat banyak ragamnya, masih banyak yang belum dikenal luas. Lewat Portina ragam jenis olahraga tradisional asli itu akan coba diperkenalkan kepada masyarakat luas. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *