oleh

Marbidelli ‘Tak Sabar’ Adu Terbaik Lawan Mentor Valentino Rossi di SRT Petronas

-Olahraga-39 views

POSKOTA.CO – Franco Morbidelli (Italia)  mengatakan sudah  “tidak sabar untuk bertarung” dengan mentornya Valentino Rossi (Italia) tahun depan ketika keduanya menjadi rekan satu tim MotoGP di SRT Petronas Yamaha.

Juara dunia  sembilan kali  MotoGP, Rossi menandatangani kontrak satu tahun dengan Yamaha untuk menjadi pebalap yang didukung pabrikan penuh di Petronas untuk 2021 akhir pekan lalu. Dia  bergabung dengan anak didik VR46 Academy, Morbidelli, yang direkrut kembali oleh Petronas pada awal tahun untuk dua musim berikutnya.

Morbidelli adalah pebalap Akademi Rossi pertama yang memenangkan kejuaraan dunia ketika memenangkan mahkota Moto2 di musim  2017, dan menjadi orang pertama yang berhasil ke MotoGP ketika dia bergabung dengan Marc VDS dengan Honda pada 2018.

Rossi dan Morbidelli berada di luar jalur yang sangat dekat, tetapi Morbidelli mengatakan dia “hanya berpikir untuk meletakkan ban saya di depannya” ketika mereka berbagi garasi yang sama pada tahun 2021.

“Saya tak sabar untuk bertarung dengannya,” kata Morbidelli kepada Motorsport.com dalam wawancara eksklusif ketika ditanya apa yang paling dia nantikan tentang berduet  dengan Rossi di satu tim. “Dan ini juga yang selalu saya nantikan saat ini. Maksudku, ketika aku bersilangan pedang dengan Vale di jalurnya, itu adalah perasaan yang berbeda.,” sambung Morbidelli.

Ditambahkan Morbidelli, dirinya selalu senang dan dengan senyuman jika ebrsaing dengan ‘guru’nya. “Itu selalu menyenangkan, saya selalu melakukannya dengan senyuman di wajah saya, dan itu hal yang sangat berbeda untuk dilakukan,” kata Morbidelli. ” Tidak pernah terjadi bahwa Anda berkelahi dengan seseorang di trek, terutama di trek MotoGP, sambil tersenyum. Tapi terkadang aku sering tersenyum saat bertarung melawan Vale. Jadi, saya sangat menantikan momen-momen itu dan saya berharap akan ada lebih banyak lagi tahun ini dan tahun depan juga,” sambungnya.

Menurut Morbidelli, dirinya bukan untuk mempertontonkan ilmu yang diberikan  ‘gurunya’ Rossi . “Saya tidak ingin menunjukkan kepadanya apa yang telah saya pelajari karena saya tidak memikirkannya. Saya hanya berpikir untuk meletakkan ban saya di depan bannya. Dan inilah yang ingin saya lakukan,” tekad Morbidelli. “Juga, untuk menunjukkan kepadanya bahwa dia membuat pilihan yang baik dengan mempercayai saya ketika saya masih kecil di balapan Superstock,” imbuh Morbidelli. (dk)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *