oleh

Ketua Umum KONI Pusat Bangga, PON XX Papua Catat 60 Rekor

POSKOTA.CO – Tercatat 576 medali emas yang terbagikan ke berbagai daerah dengan hiasan 60 rekor pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 Papua yang akan berakhir dua hari lagi. Ini membuktikan Bumi Cendrawasih yang semula sempat diragukan untuk menjadi tuan rumah ternyata mampu menghadirkan prestasi membanggakan di tengah kondisi pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan, PON Papua menghasilkan peningkatan prestasi dengan pemecahan rekor PON, rekor nasional, rekor Asia bahkan rekor dunia. Ini membuktikan bahwa PON yang digelar dimasa pandemi ini masih bisa memberikan prestasi yang luar biasa. Pemecahan rekor dunia membuktikan bahwa atlet masih bisa berprestasi besar di masa pandemi seperti ini.

“Sudah ada 60 pemecahan rekor yang terdiri dari 3 rekor dunia, 19 rekor nasional dan 38 rekor PON selama gelaran PON Papua. Pemecahan rekor dunia oleh atlet angkat besi junior, ada 3 pemecahan rekor dunia. Kemudian untuk rekor nasional, ada 19 pemecahan rekor nasional. Kemudian pemecahan rekor PON sampai siang ini ada 38,” kata Marciano Norman usai acara makan siang bersama dengan para wartawan yang meliput PON XX di Jayapura, Rabu (13/10/2021).

Hadir dalam acara itu selain Marciano juga Wakil Ketua II Umum KONI Pusat Sudarmo, Wakil IV Ketua Umum Chris John, Staf Khusus Ketua Umum Aqua Dwipayana, Sekjen KONI Pusat TB Ade Lukman dan Ketua Bidang Humas KONI Pusat Gungde Ariwangsa. Sedangkan awak media yang hadir sekitar 40 yang mewakili media cetak, online, radio dan televise.

Menurut Marciano, pencapaian itu terjadi setelah 65 prosen cabang olahraga menyelesaikan pertandingan. Masih ada 35 prosen lagi yang akan dipertandingkan. Sudah 576 medali emas yang tersebar atau sekitar 86 prosen dari total yang diperebutkan.

“Persaingan juga mulai berimbang meskipun dominasi masih dipegang oleh Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan kini muncul Papua sebagai kekuatan empat besar. Seluruh peserta PON dari 34 provinsi sudah mendapat medali. Memang ada empat daerah yang belum mendapatkan emas,” ujar mantan Kepala BIN itu.

Disebutkan Marciano, hingga saat ini, Rabu (13/10/2021), semuanya bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan agenda meskipun di sana-sini masih ada kekuarangan-kekuarangan seperti keterlambatan konsumsi dan juga keluhan dalam akomodasi. Namun setelah dievaluasi dan diberikan masukan semuanya bisa diatasi dengan cepat. Pada akhirnya para atlet happy.

Sesuai dengan apa yang dikemukakan Gubernur Papua Bapak Lukas Enembe, PON merupakan harga diri Papua maka tuan rumah melaksanakan PON sebaik mungkin. Masyarakat juga sangat welcome dan antusias menyaksikan pertandingan-pertandingan. Bahkan pelaksanaan PON juga memberi dampak menggeliatnya ekonomi di daerah ini.

Menyinggung soal keamanan yang sebelumnya menjadi momok banyak pihak, yang meragukan apakah tepat memilih lokasi PON di Papua, Marciano menegaskan, tidaklah terbukti. Dapat dibuktikan sekarang Papua seperti daerah lainnya di Indonesia aman dan indah. Apresiasi untuk kerja keras Kapolda, Pangdam dan BIN yang sudah memberikan sumbangsihnya yang luar biasa sehingga berhasil menjaga keamanan.

“PON XX juga harga diri Bangsa Indonesia. PON XX harus menjadi kebangkitan prestasi olahraga Indonesia dari Bumi Cendrawasih. PON XX juga harus menjadi kebangkitan Indonesia dari pandemi Covid-19,” ucap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia itu (PB TI).

Kebangkitan dari Timur ini, katanya, menghapus keraguan dengan adanya anggapan banyak orang bahwa tidak mungkin menyelenggarakan PON dalam situasi Pandemi seperti ini di Papua. “Sebelumnya, KONI Pusat harus berulangkali menjelaskan dan menegaskan bahwa PON di Papua akan berjalan baik dan kondusif karena masih banyak yang meragukan. Namun nyatanya sekarang terbukti semua berjalan baik dan lancar,” kata Marciano yang tidak mengenal lelah berkeliling memantau pelaksanaan PON XX baik di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *