BANDA ACEH-Cakupan imunisasi di Provinsi Aceh sampai saat ini baru mencapai 33 persen. Dengan demikian angka ini dinilai masih cukup rendah dibanding target nasional yang 90 persen.
“Inilah alasan kenapa saya memilih untuk melakukan kunjungan ke Banda Aceh. Karena salah satunya adalah masalah cakupan vaksin imunisasi yang masih rendah,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono saat melakukan Kunjungan Lapangan Tematik dan Media Briefing “Mengejar Anak Zero Dose Imunisasi” ke Posyandu ILP Sejahtera Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, serta UPTD Puskesmas Lueng Bata, Jumat, (22/05/2026).
Menurut Dante, secara nasional cakupan imunisasi tahun lalu mencapai 80,2 persen, namun Provinsi Aceh masih tertinggal jauh karena baru mencapai 33 persen.
“Target kita harusnya 90 persen. Masih ada PR banyak untuk Aceh,” tambahnya.
Rendahnya cakupan imunisasi ini berdampak pada potensi meningkatnya kasus penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi, salah satunya campak. Hingga saat ini terdapat 263 kasus campak di Provinsi Aceh, dan khusus Kota Banda Aceh saja tercatat 24 kasus.
“Banyaknya kasus campak karena cakupan imunisasinya masih rendah. Nanti kalau cakupan imunisasinya sudah bagus maka kasus-kasus penyakit yang bisa dicegah karena imunisasi bisa kita tanggulangi,” tegasnya.
Pemerintah sendiri menurut Wamenkes akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya imunisasi, termasuk menggandeng pemerintah daerah, PKK, tenaga kesehatan, dan media.
“Jadi ini PR kita bareng-bareng. Teman-teman media punya kolaborasi dengan kita supaya membangun ekosistem informasi yang benar dan konstruktif kepada masyarakat bahwa imunisasi ini perlu,” ujarnya dihadapan para wartawan. (fs)







Komentar