oleh

Soroti Banjir Air, LP2AD: Persoalan Tak Terjawab Baik Teknologi Maupun Ekonomi

POSKOTA.CO – Lembaga Pemantauan Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) menyoroti soal penanganan banjir di Jadetabek yang setiap tahun nya kelelep banjir.

Ciutan kritikan ini dilontarkan, Victor Irianto Napitupulu Ketua LP2AD saat dihubungi POSKOTA.CO, di Jakarta pada, Minggu (21/2/2021) malam.

Menurutnya, penanganan banjir di Jadetabek setiap tahun nya dipastikan melempem lantaran tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta karena tidak seirama. “Persoalan banjir yang berkaitan dengan sampah di Jadetabek ini menjadi persoalan yang tidak bisa terjawab baik secara teknologi maupun ekonomi,” ungkap Victor.

Contohnya kata Victor seperti, cerita emas hitam dibahasakan dengan tebar aroma bau yang adalah aset tercatat.

“Untuk menjawab tekanan volume air yang tumpah ke Jakarta. Memang sangat kusut untuk posisi sekarang ini. Sebab, sampah di DKI Jakarta sudah berubah wujud menjadi lokasi pemulung,” tandasnya.

Yang perlu diingat sambung Victor, persoalan sampah dan banjir itu merupakan persoalan bersama antara Pemerintah Pusat maupun Pemprov DKI Jakarta, pengusaha, dan juga kita sebagai warga Ibukota.

Lanjut dia menjelaskan, seharusnya para pejabat ini jangan lagi berbicara tentang tekanan volume air dibahasakan dengan kesiapan pompa dan sejenisnya. Lalu, bicara volume sampah. Semua pihak selalu membahasakan alat dan kelengkapannya termasuk Bank Sampah.

“Tanggul jebol dan pompa yang ada di pintu-pintu air yang tidak maksimal seharusnya diperbaiki untuk menjawab tekanan volume air yang tumpah ke Jakarta. Termasuk, 13 sungai yang bermuara di pantai Jakarta,” pungkasnya. (van)

 26 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *