oleh

Setelah Lapor Polisi, Kader PDIP Gelar Aksi Damai Keliling Bogor

POSKOTA.CO – Banteng moncong putih Kota Bogor yang juga dikenal PDIP Sabtu (27/6/2020) menggelar aksi damai berkeliling Kota Bogor sambil meneriakkan sikap mereka akan terus mengawal Pancasila dari rongrongan kelompok khilafah.

Dari mobil komando, pengurus partai terus menyuarakan penolakan mereka yang menolak adanya kelompok yang merongrong wibawa negara. Sebelaumnya Jumat(26/6) mereka membuat laporan ke Polresta.

“Kami Keberatan dan menolak tegas adanya kelompok yang merongrong wibawa negara. Kami partai nasionalis. Kami bersama TNI dan Polri tetap dan setia menjaga Pancasila. Indonesia harus terus berdiri kokoh. Merah – Putih harus terus berkibar dari Sabang sampai Merauke. Dari pulau Nias sampai pulau Rote,”pekik Vajireh Sihotang, sang orator dari mobil komando.

Ratusan massa berseragam serba merah dengan menumpang mobil dan motor, Star dari markas DPC di Jalan A Yani menuju Jalan Jenderal Sudirman untuk berputar arah di bundaran Air Mancur.

Kader banteng lalu melintas Jalan Dadali lalu berputar di lampu merah Jambu Dua untuk menuju Jalan Pajajaran menuju Tugu Kujang. Aksi yang terpusat didepan Botani Square ini menyita perhatian pengguna jalan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengatakan, pihaknya mengecam aksi pembakaran bendera PDIP saat aksi tolak Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di DPR RI kemarin.

“Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Bogor, secara resmi melaporkan aksi pembakaran bendera ke Polresta Bogor Kota, Jumat kemarin. Pembakaran bendera PDIP tersebut terjadi saat aksi PA 212 di depan gedung DPR RI. Sebagai kader ideologi Bung Karno, kami tidak terima. Ini penghinaan. Harga diri kami di lecehkan,”kata Dadang di Tugu Kujang.

Dadang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini menegaskan, PDI Perjuangan sebagai garda terdepan dalam menjaga Pancasila.
Kelompok khilafah lanjut Dadang, jangan mencoba-coba memiliki keinginan untuk merubah dasar negara Pancasila. “Kader banteng moncong putih Kota Bogor akan menjadi garda terdepan di Kota Bogor. Bogor tempat tinggal Presiden. Harus di jaga agar kota ini selalu aman,”ujarnya.

Sebagai partai resmi yang diakui oleh UU, seluruh kader banteng keberatan dan marah dengan pembakaran bendera PDI Perjuangan dan kemudian menganggap partai PDI Perjuangan adalah PKI.

Aksi pembakaran bendera PDIP, kemudian menuai reaksi dari kader partai. Bahkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah yang meminta seluruh kader merapatkan barisan. Bahkan Dadang mendesak, agar pelaku pembakaran bendera ditangkap dan di adili sesuai hukum yang berlaku. (ymd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *