oleh

Program Kotaku di Kota Malang Tingkatkan Perekonomian Warga

POSKOTA.CO-Peningkatan kualitas permukiman kumuh yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kawasan Kauman yang juga dikenal sebagai Heritage Kayutangan dan Polehan, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur ternyata membawa dampak positif bagi kehidupan warga. Kondisi ekonomi membaik sejak program tersebut dilaksanakan.

“Keadaan ekonomi warga di sini bertambah baik sejak kampung kami dijadikan desa wisata,” kata Aini salah seorang pemilik warung di Kawasan Heritage Kayutangan, Kota Malang, Kamis (08/04/21).

Menurut Aini, sejak kawasan permukimannya dimasukan kedalam  program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) banyak orang yang berkunjung ke daerah tersebut. Umumnya mereka datang secara berombongan.

Perkampungan di Kauman yang bersih, sehat, dan tidak kumuh

Tidak sedikit dari mereka yang ingin membawa oleh-oleh seperti kerajinan dan perabotan kuno.  Sedangkan warung yang dikelolanya juga ikut kecipratan rejeki karena bertambahnya pembeli.

Dia juga mengaku bertambah bangga dan betah tinggal di kampungnya. Sebab lingkungan sekarang menjadi bertambah bersih, indah, dan sehat.

Terlaksananya program Kotaku telah mengubah wajah lingkungan sekitar tempat tinggalnya menjadi lebih indah, asri dan tidak kumuh. Dia juga berharap  program serupa dilaksanakan di lokasi lain yang belum bisa menikmatinya.

Sementara  Ketua RW 01 Kelurahan Kauman Edi Hermanto menyampaikan rasa terimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah menata sehingga terlihat lebih rapih dan tidak kumuh. “Melalui penataan ini kami harap dapat menarik wisatawan untuk berkunjung sebab Kota Malang yang mempunyai banyak ikon wisata salah satunya adalah Kawasan Heritage Kayutangan ini,” tutur Edi.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sendiri merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemda dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya.

“Di Jawa Timur salah satu kawasan kumuh yang kami tata adalah Kawasan Kauman. Di sini bukan hanya sekadar kawasan kumuh, tetapi memiliki nilai heritage serta potensi dalam meningkatkan pariwisata di Kota Malang,” kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur M Reva.

Menurut dia, penataan Kawasan Kauman dan Polehan meliputi pekerjaan jalan paving dan ampyang sepanjang 2052,19 meter, pekerjaan batu andesit zona I dan zona II sepanjang 3936,81 m2, pekerjaan drainase sepanjang 3016,7 meter, pekerjaan arsitektur (gapura, pergola, lansekap taman air, vertikal garden), pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), dan proteksi kebakaran. Selain menerima manfaat pembangunan infrastruktur. Diharapkan penataan Kawasan Heritage Kayutangan ini dapat membantu pelestarian cagar budaya serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Penataan kawasan sendiri  dilaksanakan sejak 23 April 2020 hingga 1 April 2021 selama 340 hari kalender oleh kontraktor PT Widya Satria dengan anggaran senilai Rp 23 miliar (MYC).  Penerima manfaat dari penataan kawasan tersebut sebanyak  2.562 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari Kawasan Polehan sebanyak 1.909 KK, Kawasan Kauman sebanyak 561 KK, dan Koridor Basuki Rahmat sebanyak 92 KK. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *