oleh

Kementerian Kesehatan Beri Penghargaan kepada Nakes dan Named Teladan 2024

JAKARTA-Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar Pelaksanaan Penganugerahan Tenaga Medis (Named) dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan 2024. Dalam kesempatan pemberian anugerah tersebut tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin     menjanjikan hadiah menarik bagi penerima penghargaan tenaga kesehatan, tenaga medis, dan kader teladan.

“Saya mengucapkan selamat kepada para kader teladan, named, dan nakes atas prestasi yang luar biasa ini. Saya titip ke Bu Ade (Dirjen Nakes) supaya diikuti terus kariernya,” kata Menkes dalam acara yang bertema “Nakes, Named, dan Kader Berprestasi Mengabdi untuk Negeri Menuju Indonesia Emas 2045″ di Hotel Swissotel PIK,  Jakarta, (13/08/2024).

Menurut Menkes, para peraih penghargaan ini  harus terus diamati, dilihat progresnya. Sebab  nanti 5, 10, 15 tahun lagi mereka jadi pimpinan sektor kesehatan Indonesia, contohnya seperti dokter Dante (Wamenkes).

Jika dari awal sudah keliatan kariernya, biasanya naik terus sampai atas. “Jadi saya titip ke Bu Ade dicatat. Kalau ada kesempatan, diberikan prioritas ke mereka dulu,” ujarnya.

Selain itu, Budi juga menjanjikan hadiah bagi para penerima penghargaan, yakni menjadi tenaga kesehatan pendamping haji periode mendatang. Hadiah pendamping haji  diberikan kepada yang beragama islam.

Sementara untuk nakes dari agama selain Islam, dijanjikan kesempatan belajar ke luar negeri. Kebetulan pihaknya telah bekerja sama dengan Cina untuk mengirimkan dokter dalam negeri untuk  melakukan fellowship. Janji itu diucapkan Budi seusai puluhan nakes hingga named mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas dedikasinya.

“Saya berharap itu bukan untuk disombongkan, tapi memberikan motivasi buat teman-teman, ayo kita mengabdi ke masyarakat di sisa usia ini agar masyarakat bisa lebih sehat. Karena sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi manusia lainnya,” tutup Menkes Budi.

Para Penerima Penghargaan

Sementara itu Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Arianti Anaya mengungkapkan, terdapat 47 orang yang mendapatkan penghargaan untuk kategori inovasi yang meliputi 19 tenaga medis dan 28 tenaga kesehatan.

“Sebanyak 68 orang kategori pengabdian di DTPK, terdiri dari 23 named di layanan primer, 28 nakes di layanan primer, 8 named di layanan rujukan, dan 9 nakes di layanan rujukan,” terangnya.

Kemudian, masih ada 47 orang lagi yang mendapatkan kategori pengabdian tanpa batas serta 5 orang dengan kategori penanganan tanggap darurat.

Adi Nugraha seorang tenaga kesehatan pedalaman Kaimana Papua Barat, bidang perawat yang membantu persalinan dalam kondisi darurat menanyakan tindakannya kepada Menkes. Alasan tindakannya lantaran  terkendala minimnya tenaga kesehatan disana.

“Apakah saya melanggar kode etik, ketika saya membantu persalinan di pedalaman? Apakah seperti kami membantu persalinan dalam konteks darurat apakah kami tidak melanggar hukum Pak?” ujar Adi dalam sesi tanya jawab kepada Menkes.

Menanggapi hal itu, Menkes, Budi Gunadi Sadikin menyebut hal itu diperbolehkan jika berhubungan dengan manusia yang harus terlebih dahulu diselamatkan jika kendalanya adalah kesulitan akses tenaga medis.

“Buat saya sebagai menteri, saya ingin ada tiga hal. Satu, akses layanan kesehatan harus mudah. Kedua, kualitasnya harus baik, yang ketiga harganya lebih murah. Nah akses kemudahan buat masyarakat kita di daerah ini mewah. Buat saya apalagi itu berhubungan dengan nyawa itu jauh lebih penting dibandingkan hubungannya dengan perizinan,” ujar Budi.

Budi menyebut nantinya penugasan untuk tenaga kesehatan di pedalaman akan berbasis kompetensi guna menanggulangi masalah keterbatasan SDM. Itu juga sebagai bagian untuk memprioritaskan nyawa manusia. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *