oleh

Kemendikbudristek Kerjasama dengan Kemendag Luncurkan Program Penggerak Muda Pasar Rakyat

POSKOTA.CO-Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan  meluncurkan program Penggerak Muda Pasar Rakyat. Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim berharap kegiatan ini dapat memberi pengalaman penting bagi mahasiswa serta meningkatkan daya saing pedagang dan pengelola pasar rakyat. Program ini dibuat untuk menjawab tantangan ekonomi di masa pandemi serta mendorong mahasiswa agar memiliki peran penting dalam meningkatkan geliat pasar rakyat.

“Kita butuh ide-ide brilian dari mahasiswa dari generasi muda untuk membangun kembali perekonoman Indonesia. Salah satunya dengan menguatkan pasar rakyat, salah satu tulang punggung ekonomi kita,” ujar Nadiem saat bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ‘Penguatan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka’ yang  dilaksanakan secara virtual, Selasa (18/01/2022).

Menurut Nadiem, dalam program ini sebanyak 60 pasar rakyat yang ada di 15 Kabupaten maupun kota akan menjadi sasaran program Penggerak Muda Pasar Rakyat. Mahasiswa yang turut dalam program tersebut akan membantu menggeliatkan pasar rakyat dengan mengembangkan teknologi.

Lokasi pelaksanaannya tidak jauh dari perguruan tinggi. Saat ini lokasi pelaksanaan ada di 60 pasar rakyat di 15 kabupaten kota. Adapun 15 kabupaten/kota tersebut diantaranya Kota Palembang, Kota Padang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Yogyakarta, Kota Samarinda, Kota Denpasar. Selanjutnya, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bogor, Kabupaten Banyumas, Kota Malang, Kota Surakarta, Kota Kupang dan Kota Manado.

Mahasiswa akan mendapatkan 20 SKS setelah menjalankan program tersebut. Mahasiswa juga akan mendapatkan sertfikat magang dari Kementerian Perdagangan. “Targetnya tahun ini ada 300 mahasiswa yang terlibat program ini,” lanjut dia.

Program Penggerak Muda Pasar Rakyat ini merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag). Program tersebut menjadi bagian dari Kampus Merdeka.

“Dengan sinergi ini, mahasiswa akan membantu pemerintah melaksanakan program dan kebijakan terkait pembinaan kepada pedagang dan pengelola pasar rakyat secara komprehensif. Nantinya, kerja sama ini akan turut menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia di masa yang akan datang,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Penandatanganan sendiri dilakukan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan dan  Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam yang  disaksikan oleh Mendag Lutfi dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim.

Ruang lingkup perjanjian kerja sama ini diantaranya implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka melalui Magang Bersertifikat ‘Penggerak Muda Pasar Rakyat’ dalam bentuk tiga kegiatan, yaitu Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pasar Rakyat, Penerapan Digitalisasi Pasar Rakyat, serta Aktivasi Sekolah Pasar dan pertukaran data dan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Magang Bersertifikat ‘Penggerak Muda Pasar Rakyat’ sendiri bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa di pasar rakyat selamasatu semester.

Mahasiswa nantinya akan mendapatkan keterampilan, mampu menyelesaikan permasalahan pekerjaan yang kompleks, adaptif, dan soft skill lainnya seperti etika profesi pekerjaan, komunikasi, dan kerja sama. Berdasarkan survei penduduk pada 2020, jumlah usia produktif di Indonesia mencapai 70,7 persen, yang artinya, banyak tenaga kerja atau sumber daya manusia produktif yang dapat terpakai dan perlu disiapkan. Semakin besar bonus demografi, semakin besar pula suatu negara dapat memacu pertumbuhan ekonominya. Salah satunya melalui investasi sumber daya manusia dan penyediaan lapangan pekerjaan.

“Bonus demografi ini harus dimanfaatkan dengan optimal. Jumlah usia produktif yang saat ini mencapai 70,7 persen dari jumlah total penduduk Indonesia harus disiapkan sebaik mungkin sehingga adaptif dengan permasalahan yang ada di masyarakat khususnya di sektor perdagangan pasar rakyat” imbuh Mendag. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.