oleh

Kematian Ruri di Malaysia Memperpanjang Daftar Duka TKI di Luar Negeri

-Nasional-47 views

POSKOTA.CO – Heboh kematian janda dua anak asal Indramayu, Jawa Barat, di Malaysia, menambah panjang kepedihan pendulang devisa negara di mancanegara. Jenazah Ruri Al-Fath Mujahida,25, sempat tertahan di rumahsakit setempat karena rumor permintaan agensi Rp 32 juta untuk dipulangkan ke Indonesia atau Rp 9,9 juta untuk dimakamkan di Malaysia.

“Kami prihatin, dan minta Pemerintah Cq BP2MI menindak agensi sponsor yang mengirim almarhumah Ruri Mujahidah ke Malaysia secara ilegal. Itu berarti masuk kategori tindak pidana penjualan orang (TPPO),” ujar Salsa Nofelia Franisa, koordinator departemen advokasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) kepada media, Sabtu (24/10/2020).

Apalagi, kata Salsa, jenazah Ruri tertahan di rumahsakit karena adanya permintaan agensi soal biaya pemulangan & pemakaman sehingga perlu didalami Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (d.h BNP2TKI) yang kini diketuai Benny Rhamdani.

Ruri asal Desa Parean Girang, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pergi ke Malaysia memakai kapal laut, 2017. Kabarnya Ruri beberapa kali pindah majikan hingga terakhir diketahui mengalami tuberkulosis, & meninggal (Senin, 19/10/2020) dalam perjalanan pulang melalui Batam.

“Yang jelas PMI tersebut masih di Johor Bahru, Malaysia. Ini kita lagi koordinasikan dengan BP2MI & Kemenlu terkait legalitas administrasi agensi sehingga jenazah tertahan. Kita pasti akan bantu proses pemulangannya,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih, Kamis (22/10/2020).

SBMI cabang Indramayu pimpinan Juwarih, seperti diakui Salsa, menerima informasi bahwa KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemakaman Ruri sesuai permintaan keluarga Ruri di Tanah Pekuburan Islam Taman Mount Austin Johor, Kamis (22/10/2020).

Kematian Ruri menambah panjang daftar kepiluan nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) di luarnegeri. Sepanjang 2018 ada 105 TKI asal NTT meninggal, seperti dicatat Kepala Balai Pelayanan Penempatan & Perlindungan TKI (BP3TKI) Kupang, Siwa. Sedang 18 TKI asal Sampang, Madura, meninggal selama Januari-Februari 2019, seperti diungkap Agus Sumarso, Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, Usaha Mikro & Tenaga Kerja, Sampang, Jawa Timur, dikuatkan data dari Loka Pelayanan Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja (LP3TKI) Surabaya

Sementara Kantor Berita AFP melaporkan sekitar 2,5 juta TKI bekerja di Malaysia, banyak yang merantau dengan cara ilegal di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga konstruksi. Sekitar 400.000 TKI perempuan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *