oleh

Kebangkitan Nasional di Masa Pandemi Covid 19

POSKOTA.CO – Kebangkitan nasional ditandai dengan lahirnya budi utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kesadaran akan nasionalime kemerdekaan dari penjajah dipelopori para tokoh tokoh intelektual dan pemuda. Bangkit dari keterbelengguan penjajah menjadi bangsa yang merdeka bukanlah perkara yang mudah.

Perjuangan panjang berliku sarat resiko sanksi hukum hingga keselamatan jiwa diri maupun keluarganya. Pemikiran dan karya karya untuk merdeka ditunjukkan para bapa bangsa dengan gagah dan gigih hingga benar benar merdeka. Patriotisme cinta bangsa mereka lakukan demi mencapai cita cita bangsa yang merdeka.

Para Bapa bangsa jika mau cari aman tentu akan hidup layak aman nyaman bekerja untuk penjajah. Hidup dan kehidupannya pasti terjamin. Para Bapa Bangsa bukan kaum safety player, beliau adalah patriot dan pejuang yang tidak mengenal takut, tanpa lelah terus konsisten memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Perjuangan yang tulus tanpa pamrih menjadi keutamaan dan kebanggaan yang terus berkobar tak lekang oleh waktu.

Bung Karno mengatakan :” perjuanganmu akan lebih berat dari perjuangan kami karena akan menghadapi bangsanya sendiri. Analoginya :” sehebat apapun orang tidak akan mampu mengatasi tatkala jantung paru paru ginjal maupun livernya saling serang atau tidak bekerja sebagaimana semestinya”.

Para Bapa Bangsa menyadari bahwa mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara ini sangat penting bahkan mendasar bagi bangsa merdeka. Sumber daya manusia adalah aset utama suatu bangsa. Tatkala membangun peradaban maka sumber daya manusia ini sangat berperan.

Sumber daya manusia yang tidak cerdas akan mudah diadu domba, mudah dihasut untuk merusak dan mencederai sesama anak bangsa bahkan tega menjual maupun menghianati bangsanya sendiri. Saling gontok gontokan, gepuk gepukan sendiri tanpa rasa malu malah bangga memamerkan ketololannya.

Yang remeh temeh diprovokasi agar membesar dan menyulut konflik sosial yg berdampak rusaknya keteraturan sosial. Apalagi kalau sudah dikemas dengan primordialisme daya nalar akan ditumpulkan saling menabur kebencian. Ini tidak usah diserang sudah saling bunuh, saling menjatuhkan.

Yang bisa dipermudah menjadi dipersulit dan korupsi kolusi nepotisme akan merajalela. Apalagi sekarang ini era post truth, hoax meraja lela. Tatkala tidak cerdas akan terus dibodoh bodohi yang berdampak lemahnya daya tahan, tidak memiliki daya tangkal dan tentu saja tidak berdaya saing.

Di era pandemi covid 19, anak bangsa mengalami situasi yang berat dan sulit. Banyak tantangan dan dampak kehidupan sosial dalam berbagai gatra kehidupan di semua lini. Di era pandemi covid 19 seperti skarang ini diperlukan adanya patriot2 sbg anak bangsa yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab sosial untuk tetap menjaga kedaulatan bangsa.

Hal ini tentu saja dimulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari lingkup kecil untuk saling menguatkan saling mendukung dan memberdayakan. Solidaritas sosial menjadi sesuatu pilar atau fondasi untuk tetap kuat bertahan menghadapi segala tantangan dan kesulitan hidup.

Keutamaan dan spirit patriotisme dari para bapa bangsa yg dengan gigih dan gagah bangkit melawan penjajahan patut kita teladani dalam mengisi kemerdekaan, merawat kedaulatan bangsa, membuat bangsa memiliki daya tahan, mampu berdaya saing. Kesadaran untuk terus mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara dg membangun literasi untuk merubah mind set bahkan culture setnya.

Mencerdaskan kehidupan bangsa memerlukan political will yang kuat. Dukungan dari segenap anak bangsa baik sebagai bagia trias politika, akademisi, para pelaku bisnis, media dan masyarakat pd umumnya dapat bersama sama membangun dan mengimplementasikan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cerdas, guyub rukun mengisi kemerdekaan dan terus berjuang mencari solusi untuk dapat bertahan hidup hingga dpt tumbuh dan berkembang.

Kreatifitas yg proaktif dan problem solving akan menguatkan solidaritas sosial yang mampu mengatasi gerusan sosial dampak pandemi covid 19. Walaupun potensi konfliknya luas namun tatkala kecerdasan dalam berbangsa dan bernegara dpt diimplementasikan maka kekuatan patrotisme akan terus menggelora. Di masa sulit dan berat sekalipun tatkala keutamanaan sbg patriot dapat diimplementasikan, tetap rukun akan mampu bangkit dari keterpurukkan. (CDL) Selamat hari kebangkitan nasional ke 113. Jakarta 20 mei 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *